Spanyol jadi unggulan di Grup I yang dihuni Georgia, Prancis, Belarusia dan Finlandia. Di Boris Paichadze National Stadium, Rabu (12/9) dinihari WIB, La Furia Roja akan meladeni Georgia sebagai lawan perdana mereka di grup ini.
Tak ayal duel ini akan jadi salah satu yang paling disorot pertengahan pekan ini, sebab Spanyol adalah pemegang titel Piala Dunia 2010 plus mereka baru saja mempertahankan titel Piala Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Xavi melihat status sebagai favorit bukannya mempermudah Spanyol namun itu sebagai ujian awal dalam jalan Spanyol mempertahankan trofi itu di Brasil dua tahun mendatang.
"Juara Dunia dan Eropa tidaklah berarti apapun. Grup ini termasuk salah satu yang sulit. Kami melihat Georgia sebagai lawan yang sulit - mereka mampu merepotkan lawan dan punya banyak pemain bertalenta," tukas Xavi di Football Espana.
"Mereka punya lapangan yang lebar, jadi itu bagus untuk gaya sepakbola kami. Tidak mudah bagi kami untuk bisa tampil di Piala Dunia, meskipun kami menjamin bisa lolos ke sana," sambungnya.
Terkait gaya bermain Spanyol yang mulai dikenali lawan sejak Piala Eropa lalu, Xavi mengatakan itu tak akan membuat timnya mengubah gaya mereka. Menurut gelandang asal Barcelona itu, filosofi bermain itulah yang membawa Spanyol merajai sepakbola dalam tiga tahun terakhir dan akan terus dipertahakan.
"Kami tidak akan mengubah filosofi kami. Kami ingin mendominasi permainan dan meyerang, dengan gaya sepakbola yang menghibur fans. Kami merespek lawan, tahu seberapa kuat mereka namun kami tidak akan menghilangkan kerendahan hati kami yang sudah membawa kami kepada kesuksesan," tutup Xavi.
(mrp/rin)











































