Van Basten Lulus Ujian Pertama
Kamis, 09 Sep 2004 09:45 WIB
Jakarta - Legenda hidup sepakbola Belanda Marco van Basten lulus dalam ujian pertamanya sebagai pelatih. Ia pun layak bersuka cita usai membawa Tim Oranye unggul 2-0 atas tim kuat Republik Ceko.Dalam pertandingan pertama Belanda di babak kualifikasi Piala Dunia 2006 Zona Eropa Grup 1, Kamis (9/8/2004) dinihari WIB, Belanda yang bertindak sebagai tuan rumah menang berkat dua gol yang diborong striker gaek Pierre van Hooidjonk. βKami boleh berbangga dengan kemenangan atas tim yang sangat kuat ini. Ini adalah awal yang bagus,β ujar Van Basten usai pertandingan resmi pertamanya ituβsebelumnya, di level friendly game Belanda ditahan Swedia 2-2 dan menang 3-0 atas Liechtenstein.Menghadapi Ceko Van Basten menggunakan pola menyerang 3-4-3 dengan menaruh Van Hooidjonk sebagai target man. Taktiknya dan pilihan personelnya itu berbuah positif.βSelama minggu ini kami bekerja keras dan menyadari bahwa bermain dengan tiga defender akan mendatangkan beberapa risiko,β jelasnya. βPenting sekali bahwa semua orang melakoni pekerjaannya seperti yang telah kami sepakati. Saya mesti memuji tim ini. Mereka bertarung seperti singa.βKlinsmann juga puji Tim PanserRekan seangkatan Van Basten yang juga baru menjalani profesi sebagai pelatih, Juergen Klinsmann, juga sedang bersuka cita. Meski tidak sampai menang, namun Klinsmann cukup senang bahwa timnas Jerman yang dibesutnya dapat menahan juara dunia Brasil 1-1 di Berlin.βSelamat buat para pemain,β tukas eks striker Stuttgart, Inter, Monaco, Tottenham Hotspur, dan Bayern Munich itu. βKami bermain agresif dan terus menggulirkan bola ke depan.βKlinsmann, yang ditunjuk melatih Tim Panser setelah Rudi Voeller mundur pasca Euro 2004, merasa mental anak-anak buahnya perlahan-lahan menanjak. Akhir bulan lalu di Vienna, dalam debutnya Klinsmann memimpin kemenangan Michael Ballack dkk atas Austria dengan skor 3-1.Pelatih Brasil Carlos Alberto Parreira mengakui permainan Jerman bagus. Mereka, kata Parreira, terlihat betul ingin mengalahkan tim juara dunia, dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya.βDi 10 menit pertama kami main lebih baik. Tapi kemudian Jerman mendominasi permainan dengan cepat dan lini tengah mereka begitu agresif,β ujarya. βDi babak kedua kami mengubah beberapa hal dan Jerman sulit mendapatkan peluang. Secara keseluruhan saya rasa ini hasil yang fair.β (a2s/)











































