Pelatih Prancis Belum Puas
Kamis, 09 Sep 2004 11:04 WIB
Jakarta - Pelatih Prancis Raymond Domenech mengaku tidak puas melihat permainan anak-anak asuhnya saat mengalahkan Kepulauan Faroe 2-0 di babak penyisihan Piala Dunia 2006 Zona Eropa Grup 4.Prancis, yang akhir pekan lalu diimbangi tamunya Israel 0-0, sekali lagi tidak menampilan permainan yang mengesankan. Kemenangan yang tergolong tipis mengingat lawannya yang kelasnya jauh di bawah itu juga dinodai oleh diusirnya kapten Patrick Vieira dari lapangan pada menit 56.βSaya prihatin dengan yang saya lihat hari ini,β ungkap Domenech usai pertandingan, Kamis (9/9/2004) dinihari WIB. βKami mestinya memperlihatkan keinginan lebih kuat dalam duel fisik.ββKalau Anda tak bisa mengangkat permainan Anda, maka Anda akan dapat masalah. Ini bukanlah pertandingan liga, bahkan bukan pula partai Liga Champions. Ini sesuatu yang lain, sesuatu yang lebih menuntut lebih banyak keinginan dan dedikasi.βKedua gol kemenangan Prancis dicetak Ludovic Giuly dan Djibril Cisse di masing-masing babak. Meski demikian Faroe beberapa kali sempat membuat cemas Domenech.βDi 15 menit pertama saya sempat ngeri. Dan kengerian itu datang lagi setelah kami tinggal bermain dengan 10 orangβ¦ Kami semestinya bermain seperti Faroe, mereka tak pernah menyerah.βDomenech berhak kecewa, tapi setidaknya timnya berhasil memungut tiga poin di kandang lawan. Berbeda halnya dengan Luis Aragones. Pelatih baru Spanyol itu hanya memperoleh satu angka dari pertandingan resminya di ajang PPD.Setelah bermain 1-1 dengan Skotlandia akhir pekan lalu dalam pertandingan persahabatan, Tim Matador kembali ditahan lawannya Bosnia-Herzegovina dengan skor yang sama.Halnya pelatih Skotlandia Berti Vogts, ia menuai ejekan dari para pendukungnya ketika Darren Fletcher menjamu Slovenia di Glasgow, yang berkesudahan 0-0. Vogts kini terancam didepak karena polesannya tidak memperlihatkan kemajuan.Hasil kurang menngembirakan juga dituai Yunani. Juara Eropa 2004 kembali gagal meraup kemenangan meskipun tadi malam bertindak sebagai tuan rumah atas Turki. Pasukan Otto Rehhagel dipaksa bermain seri tanpa gol. Akhir pekan lalu Yunani malah dibekap Albania 1-2. (a2s/)











































