Pelan-pelan publik Australia mulai mengenal lebih jauh tentang Alessandro del Piero. Bintang Italia itu pun semakin bersemangat dalam memulai petualangan barunya di Negeri Kanguru.
Sudah sebulan Del Piero menjadi bagian dari sepakbola Australia sejak dikontrak Sydney FC. Dengan bayaran 2 juta dolar per musim untuk dua tahun, ia menjadi atlet profesional termahal di negara tersebut.
Dalam lakon debutnya bersama Sydney FC, saat menang 2-0 atas Wellington Phoenix, untuk kali pertama pula eks bintang Juventus itu menjadi sorotan penggemar sepakbola di Australia. Pada laga tersebut, setiap kali menyentuh bola, kerap terdengar teriakan: "Who are ya? Who are ya?"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku belum 100 persen, tentunya," ucap Del Piero kepada wartawan seusai sesi latihan hari ini, Rabu (24/10/2012), dikutip Reuters. "Tapi aku merasa oke karen aku berlatih setiap hari, dan ini penting.
"Setelah lima minggu, aku pikir aku senang dalam kondisi sekarang, dan mudah-mudahan bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dalam 2-3 minggu lagi."
Sebagai orang baru di negara dan kultur yang baru, Del Piero mengaku semakin mengenal lingkungannya, termasuk rekan-rekan setimnya.
Buat Australia, kehadiran sosok sekaliber Del Piero diharapkan sepakbola semakin terdongkrak pamornya. Perhatian media massa semakin besar, pelaku bisnis pun lebih tertarik untuk "berjualan" di cabang tersebut.
Lebih dari 12 ribu orang mendatangi Wellington Regional Stadium saat Del Piero melakoni debutnya. Sebagai perbandingan, Wellington Phoenix cuma berhasil menyedot rata-rata 4.000 penonton per musim dalam empat musim terakhir.
Ketika ia untuk pertama kalinya bermain di depan publik Sydney FC, stadion mereka dipadati 35 ribu orang. Di Parramatta Stadium, markas Westerd Sydney, aksinya ditonton sekitar 22 ribu fans.
Meskipun jadi sosok tenar dan mendapat perhatian khusus di luar lapangan, pria 37 tahun itu tidak merasa mendapatkan keistimewaan serupa saat bertanding.
"Sama sekali tidak," ujar dia ketika ditanya apakah diperlakukan "spesial" oleh para wasit. "Pastinya, tidak. Sayangnya, tidak."
(a2s/nds)











































