Usai malang melintang di Prancis, Italia dan Spanyol, serta sempat berkarier di Uni Emirat Arab, pada akhir 2011 lalu Trezeguet akhirnya 'pulang' ke Argentina. Striker 35 tahun itu mengikat kontrak berdurasi tiga tahun bersama River Plate.
Selepas memperkuat AS Monaco dan Juventus, gelar yang didapat Trezeguet memang tidak ada lagi. Tapi dia punya hal lain yang mungkin akan tidak bisa dirasakan pesepakbola lain di seluruh dunia terkait penampilan menghadapi klub-klub terbesar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat mempekuat Bianconeri, Trezeguet selama sembilan musim menjalani beberapa laga Derby D'Italia kontra Inter Milan, dan juga menghadapi AC Milan. Sementara dalam periode singkatnya selama semusim di Hercules, striker kelahiran 15 Oktober 1977 itu juga dapat kesempatan menghadapi Real Madrid dan Barcelona. Meski gagal menghindarkan Hercules dari degradasi, Trezeguet sempat membantu timnya mengalahkan Barcelona dengan skor 2-0 di pekan pertama kompetisi.
Setelah sempat memperkuat Baniyas di Uni Emirat Arab Pro-League, pada Desember 2011 Trezegol menerima pinangan River Plate, yang ketika itu masih berlaga di Primera B Nacional -- satu tingkat di bawah kasta teratas kompetisi Liga Argentina. Mantan pemain internasional Prancis itu mencetak 13 gol dari 18 pertandingan dan mengantar River Plate kembali dapat promosi.
Dan pada Minggu (28/10/2012) kemarin Trezeguet akhirnya dapat kesempatan tampil di salah satu pertandingan yang dianggap sebagai derby paling sengit di dunia, saat River Plate menjamu Boca Juniors. Tak ada gol dibuat Trezeguet dalam pertandingan tersebut. Tuan rumah sempat unggul dua ol lebih dulu, namun kemudian akhirnya harus puas bermain dengan skor 2-2.
"Prancis memberi saya sangat banyak, tapi saya selalu menjadi Argentina di hati saya dan saya selalu terkesima dengan sepakbolanya dan tim nasionalnya," sahut Trezeguet dalam wawancaranya dengan FIFA.com beberapa waktu lalu.
Argentina punya kesan khusus dalam perjalanan karier Trezeguet karena di negara itulah dia memulai karier profesionalnya sebagai pesepakbola. Meski lahir di Prancis, Trezeguet kecil sempat tinggal di Argentina selama beberapa tahun dan memperkuat Platense selama dua musim.
(din/nds)










































