Pemain muda berusia 20 tahun asal klub Crystal Palace tersebut mendadak jadi buah bibir setelah dipanggil masuk ke skuat 'Tiga Singa' yang akan melawat ke Stockholm dalam laga ujicoba tengah pekan ini.
Sehubungan dengan pemanggilan itu, sejumlah pujian dan penilaian positif pun mengalir ke arah pemain yang lahir di Pantai Gading tersebut, di antaranya dari penyerang Chelsea Daniel Sturridge dan George Burley, manajer Palace di musim 2010/2011 yang memberinya kesempatan tampil tim utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wilfried Zaha? Saya tahu Saha, tapi saya tak tahu apa betul itu yang dimaksud. Tidak, saya tidak mengenalnya," katanya seperti dikutip Mirror.
Sehubungan dengan kemunculan Zaha tersebut, Hamren kemudian seperti memberikan nasihat ke Inggris agar tidak langsung terlalu tinggi menggadang-gadang sebuah nama pemain muda. Ia pun mencontohkan fenomena itu dengan menyebut nama bintang Swedia, Zlatan Ibrahimovic.
"Terkadang Anda larut terbawa suasana. Terkadang. Tapi, di olahraga, kita memang acapkali butuh para pahlawan atau bintang seperti itu."
"Terkadang Anda terlalu cepat 'membuat' seorang bintang. Lebih baik mendapuknya jadi seorang bintang ketika ia benar-benar sudah menjadi bintang di dunia sepakbola. Saya harap ia tidak jadi bintang besok (di pertandingan) tapi di masa depan saja."
"Kami juga punya banyak 'Zlatan baru' di Swedia sini. Mungkin memang benar salah satunya akan jadi Zlatan baru. Mungkin. Tapi sejauh ini kami baru punya satu Zlatan," papar Hamren.
(krs/a2s)










































