Insiden di Olimpico
Frisk Bukan Korban Pertama
Jumat, 17 Sep 2004 15:59 WIB
Jakarta - Wasit Anders Frisk baru mengalami kejadian terburuk dalam karirnya setelah dicederai oleh penggemar AS Roma di Olimpico. Kejadian yang menimpa Frisk bukan yang pertama dialami oleh "musuh-musuh" Roma. Frisk mengalami cedera di kepala akibat lemparan benda keras ketika ketika hendak menuju ruang ganti pemain usai menyelesaikan tugasnya memimpin babak pertama babak penyisihan Liga Champions antara Roma vs Dinamo Kiev.Disinyalir benda keras yang mencederai kepala Frisk dilempar oleh seorang penggemar Roma yang kecewa karena wasit asal Swedia itu mengeluarkan bek asal Prancis Philippe Mexes beberapa saat sebelumnya. Buat Frisk, insiden yang dialaminya di Olimpico dua malam lalu bukan yang pertama. Ketika usai memimpin pertandingan penyisihan Liga Champions antara Roma vs Galatasaray pada Maret tahun 2002, pria berusia 41 tahun ini harus menghadapi tawuran antar pemain dan ofisial kedua kubu. Namun kala itu ia lebih beruntung karena tak mengalami cedera apapun. Insiden yang menimpa Frisk pun menambah kelam citra Olimpico, dan khususnya para pendukung Roma. Tahun 2001, sembilan orang terluka setelah terjadi perkelahian antara polisi dan penonton kala Roma berhadapan dengan Liverpool di Liga Champions. Tahun lalu, kiper AC Milan Dida juga sempat mengalami pengalaman tak menyenangkan setelah dua kali menjadi korban lemparan kembang api yang dilontarkan oleh para pendukung Roma kala kedua klub bertemu di ajang Seri A.Bukan hanya para tamu yang pernah merasakan garangnya pendukung Roma. Jika bertemu dengan musuh bebuyutan sekaligus rival sekota, Lazio, kemungkinan terjadi kerusuhan malah menjadi sangat besar. Tahun 2003, empat puluh orang terluka setelah pecah kerusuhan antara kedua pendukung di ajang Piala Italia. Terakhir, derby antar Biancoceleste vs Gialorossi di akhir musim lalu terpaksa dihentikan setelah terjadi kericuhan yang dipicu oleh kabar kematian seorang pendukung Roma karena ditabrak mobil polisi, yang ternyata bohong. Namun demikian, kelakuan buruk para pendukung Roma dianggap mencapai puncak dengan kejadian insiden Frisk dua malam lalu. "Apa yang terjadi di Olimpico malam kemarin telah memalukan citra olahraga Roma," ucap walikota Roma Walter Veltroni. "Apalagi ini terjadi beberapa bulan setelah episode derby Roma. Kedua-duanya juga telah merusak citra kota ini," lanjutnya.Mudahnya para pendukung Roma melakukan kerusuhan diduga terjadi karena lemahnya pengawasan terhadap mereka di stadion. Polisi tak pernah secara khusus ditugasi untuk mengawasi para ultras --pendukung garis keras Roma-- sementara steward tak bisa berbuat apa-apa jika kerusuhan pecah. Jika tidak ada perubahan terhadap sistem pengawasan, bukan tak mungkin insiden Frisk bakal terulang lagi. Mau menyaingi pendukung sepakbola Indonesia? (mel/)











































