Paris Saint Germain kembali mendapat kritikan terkait kebijakannya memboyong pemain-pemain bintang. Kali ini giliran Johan Cruyff yang menyebut Le Parisien tak punya visi jangka panjang.
Sejak diambil alih oleh konsorsium Qatar Sports Investments musim panas lalu, PSG telah menghabiskan total dana hingga 95 juta euro atau sekitar satu triliun rupiah untuk menggaet nama-anam seperti Zlatan Ibrahimovic, Ezequiel Lavezzi, Thiago Silva dan Marco Verratti di bursa transfer lalu.
Hasilnya, di Ligue 1 PSG saat ini sementara bernaung di pucuk klasemen dengan nilai 26. Pun begitu, mereka hanya berhasil memenangkan seluruh laga sebanyak 50%. Sementara di Liga Champions, PSG saat ini menempati peringkat kedua dengan nilai 12, terpaut satu angka dari FC Porto di posisi teratas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selalu mungkin untuk membeli sebuah tim, seperti yang dilakukan PSG. Tapi menghabiskan dana banyak bukanlah kepentingan sebuah klub, kecuali (hanya) untuk jangka pendek," sindir pria 65 tahun itu di ESPN Star.
"Tim-tim besar seperti Ajax pada tahun 70-an, AC Milan dengan Arrigo Sacchi, atau Barcelona, mempromosikan banyak pemain asli di negara masing-masing ke klub. Dengan filosofi tersebut, kami (tim-tim besar tadi) tak hanya sukses selama dua atau tiga tahun, tapi delapan hingga 10 tahun. Itulah perbedaannya," simpul Cruyff.
(a2s/krs)











































