Bursa pemain terbaik dunia versi FIFA sudah dilakukan sejak 1991. Lionel Messi dan Zinedine Zidane adalah yang paling sering masuk daftar tiga besar.
Bursa ini didasarkan pada voting yang dilakukan oleh para kapten dan pelatih tim nasional negara-negara anggota FIFA. Sejak 2010, penghargaan FIFA disandingkan dengan Ballon d'Or versi majalah France Football, sehingga bernama FIFA Ballon d'Or Player of the Year.
Berikut ini lima pemain yang paling sering masuk nominasi tiga besar dan memenanginya:
(Untuk mulai klik di sini)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cristiano Ronaldo: 5 kali nominasi, 1 kali menang
|
AFP/Fabrice Coffrini
|
Setahun berikutnya (2008) ia masuk bursa lagi, dan kali itu terpilih sebagai yang terbaik, mengalahkan Messi dan Fernando Torres. Ronaldo menjadi pemain pertama dari Premier League yang mendapatkan penghargaan tersebut, juga orang Portugal kedua setelah Luis Figo di tahun 2001.
Di tahun itu Ronaldo juga menerima award sebagai pemain terbaik Eropa dan menjadi pemain Manchester United pertama yang mendapatkannya sejak George Best di tahun 1968.
Pemain dengan brand CR7 itu juga masuk bursa di tahun 2009, 2011, dan 2012, tapi selalu kalah dari Lionel Messi.
Ronaldinho: 3 kali nominasi, 2 kali menang
|
AFP/Cesar Rangel
|
Di musim berikutnya penampilan pemain Brasil itu lebih memukau. Barca dibantunya meraih titel La Liga musim 2004/2005. Setelah mendapatkan gelar FIFPro World Player of the Year dan European Footballer of the Year, Ronaldinho pun untuk kedua kalinya berturut-turut memperoleh trofi FIFA Player of the Year untuk tahun 2005, mengalahkan Frank Lampard dan Samuel Eto'o.
Di tahun berikutnya Ronaldinho kembali masuk bursa, tapi hanya berada di peringkat ketiga di bawah Fabio Cannavaro dan Zinedine Zidane.
Ronaldo: 5 kali nominasi, 3 kali menang
|
Shaun Botterill/Getty Images
|
Di tahun berikutnya pria bernama lengkap Ronaldo Luis Nazario de Lima itu mengulang prestasinya merengkuh trofi FIFA Player of the Year. Kala itu ia sudah berseragam Inter Milan, setelah mendulang 34 gol dari 37 pertandingan La Liga bersama El Barca.
Di tahun 1998, untuk ketiga kalinya berturut-turut Ronaldo masuk bursa, namun kali itu harus puas sebagai runner-up. Ia kalah dari Zinedine Zidane, lawan yang mengalahkan ia dan Brasil di final Piala Dunia 1998.
Ronaldo masuk bursa lagi empat tahun kemudian, tepatnya di tahun 2002, berkat penampilan gemilangnya di Piala Dunia, di mana ia menjadi top skorer dan Brasil keluar sebagai juara. Predikat pemain terbaik dunia pun kembali ia raih -- untuk kali ketiga. Ia mengalahkan Oliver Kahn dan Zidane.
Setahun kemudian (2003) Ronaldo hanya berada di urutan ketiga dalam bursa tersebut, di bawah Zidane dan Thierry Henry.
Zinedine Zidane: 6 kali nominasi, 3 kali menang
|
Clive Mason/Getty Images
|
Tahun 1998 adalah salah tahun terbaik Zidane karena tampil luar biasa dengan membawa negaranya menjuarai Piala Dunia. Ia pun didapuk sebagai pemain terbaik dunia di tahun itu, mengalahkan Ronaldo dan Davor Suker.
Kehebatan itu ia ulangi di tahun 2000 saat memimpin Les Bleus menjuarai Piala Eropa. Zidane pun untuk kedua kalinya menjadi pemain terbaik dunia. Kala itu ia memenangi voting dengan meraih suara terbanyak di atas Luis Figo dan Rivaldo.
Kali ketiga Zidane masuk bursa adalah di tahun 2002, di mana ia hanya berada di peringkat ketiga di bawah Ronaldo dan Oliver Kahn. Namun di tahun berikutnya (2003), dalam balutan jersey Real Madrid, pemain termahal dunia itu mencatat hat-trick trofi FIFA Player of the Year.
Di tahun terakhirnya sebagai pemain profesional, setelah menjadi kontroversi di final Piala Dunia 2006, Zidane masuk bursa lagi namun harus puas sebagai runner-up setelah Fabio Cannavaro.
Lionel Messi: 6 kali nominasi, 4 kali menang
|
Harold Cunningham/Getty Images
|
Sebelum Messi, rentetan keberhasilan meraih Ballon d'Or terbanyak disandang Michel Platini, yang mendapatkannya tiga kali berturut dalam selang tahun 1983 sampai 1985. Sebagai catatan, saat itu Ballon d'Or merupakan penghargaan pemain terbaik di Eropa.
Johan Cruyff dan Marco van Basten juga pernah tiga kali memenangi Ballon d'Or, tapi eks bintang Belanda itu tidak secara beruntun memenanginya. Cruyff meraihnya di tahun 1971, 1973 dan 1974, sementara Van Basten memenanginya di tahun 1988, 1989, 1992.
Halaman 2 dari 6











































