Kongo Bikin Gol, Kipernya pun Duduk & Melonjak-lonjak dengan Jenaka

Kongo Bikin Gol, Kipernya pun Duduk & Melonjak-lonjak dengan Jenaka

Kris FW - Sepakbola
Senin, 21 Jan 2013 11:37 WIB
Kongo Bikin Gol, Kipernya pun Duduk & Melonjak-lonjak dengan Jenaka
AFP/Junior D Kannah
Port Elizabeth -

Piala Afrika 2013 dimulai dengan kurang menarik setelah dua partai di hari pertama berkesudahan tanpa gol. Tetapi di hari kedua nuansa unik Afrika mulai mengemuka, dengan perayaan gol unik nan menggelitik dari kiper Kongo.

Sejatinya, Piala Afrika sejajar dengan Piala Eropa karena sama-sama mengetengahkan persaingan negara-negara masing-masing benua dalam memperebutkan predikat yang terbaik.

Namun demikian, Piala Afrika acapkali kurang dilirik masyarakat umum karena minimnya daya tarik bintang-bintang yang berlaga dan juga waktu pelaksanaannya--klub-klub Eropa bahkan tak jarang enggan melepas pemainnya sehubungan dengan waktu turnamen itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk gelaran tahun ini, label menjemukan bahkan dapat disematkan setelah dua partai pada hari pertama, Afrika Selatan versus Cape Verde dan Angola kontra Maroko, sama-sama berakhir 0-0. Keempatnya pun berbagi angka 1 di Grup A.

Piala Afrika kemudian seperti baru benar-benar menghentak dan mencuri perhatian di hari kedua, Minggu (20/1/2013) waktu setempat atau Senin (21/1) dinihari WIB. Dan itu tak lepas dari peran Muteba Kidiaba.

Kidiaba menyita perhatian sepakbola dunia setelah timnya, Kongo, berhasil menahan imbang salah satu tim favorit turnamen, Ghana, dengan skor 2-2. Kiper Kongo itu jadi buah bibir, bukan karena terus-menerus jumpalitan menyelamatkan gawangnya dengan cara luar biasa, tetapi karena caranya merayakan gol timnya.

Segera setelah rekannya, Diumerci Mbokani, mencetak gol penyama kedudukan dari titik putih di garis depan sana dan kemudian merayakan gol bersama pemain Kongo lainnya, Kidiaba, yang tetap berada di wilayahnya, tak mau kalah. Kiper berusia 36 tahun, yang tampil nyentrik dengan kepala botak dan sejumput rambut yang diikat di bagian atas, langsung duduk di atas lapangan, meletakkan kedua kedua kakinya ke depan, dan melonjak-lonjak kencang.

Ada yang menyebut gayanya seperti sedang mengendarai naik kuda. Ada pula yang menilainya seperti sebuah mainan anak-anak yang melaju setelah pemutar pegasnya dilepas. (Lihat videonya di sini)



Selebrasi Kidiaba, kendatipun MSN menyebut bukan yang pertama kali ia lakukan, seperti memperlihatkan bahwa Piala Afrika mungkin boleh jadi kalah gegap-gempita dari, katakanlah, Piala Eropa atau bahkan Copa America. Tetapi semangat ceria ala Afrika dan tingkah-polah pemainnya tetap menarik untuk disimak.

(krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads