Aturan Baru, UEFA Tidak Konsisten?

Aturan Baru, UEFA Tidak Konsisten?

- Sepakbola
Selasa, 28 Sep 2004 16:10 WIB
Jakarta - Musim ini Piala UEFA akan menggunakan sistem penyisihan grup selayaknya Liga Champions. Pertandingan bertambah banyak, jadwal semakin padat. Bukti UEFA tidak konsisten?Setelah menyelesaikan babak kualifikasi, kini Piala UEFA akan memasuki pertandingan kedua babak penyisihan pertama. Hasilnya 80 tim yang bertanding akan tersaring menjadi 40.Selanjutnya 40 tim tersebut akan dibagi dalam 8 grup, yang masing-masing terdiri dari 5 tim. Babak penyisihan grup ini kemudian akan meloloskan peringkat tiga besar di masing-masing grup, sehingga jumlahnya 24.Seperti tahun sebelumnya peringkat tiga babak penyisihan grup Liga Champions akan turun ke Piala UEFA. Dengan demikian genaplah jumlah 32 tim yang lolos ke sistem knock out kandang-tandang. Dan babak final tetap dilakukan satu kali pertandingan di tempat netral. Inilah aturan baru Piala UEFA yang akan diterapkan musim ini.Secara ekonomis aturan ini tentu sangat menguntungkan klub. Dengan banyaknya jumlah pertandingan, otomatis pendapatan dari tiket pertandingan akan bertambah banyak. Apalagi pertandingan Piala UEFA lebih relatif bergengsi dari liga domestik.Disamping itu pemerataan sepakbola Eropa juga akan semakin cepat terlaksana. Karena mau tidak mau kita akan semakin sering mendengar nama klub asal Israel, Maccabi Haifa atau klub asal Yunani Panionios yang baru-baru ini menumbangkan klub asal Italia, Udinese 3-1.Namun penambahan jumlah pertandingan juga memiliki efek yang kurang menguntungkan. Ambil contohnya Liga Inggris musim lalu. Kita tentu masih ingat bagaimana Arsenal harus melakoni lima pertandingan dalam selang waktu sembilan hari.Kondisi tersebut harus dialami Arsenal karena jadwal liga domestik harus menyesuaikan dengan Liga Champions. Saat itu Inggris hanya diwakili oleh tiga tim di Liga Champions, Arsenal, Manchester United dan Chelsea. Tentunya musim ini kondisi tersebut akan semakin parah. Saat ini ada empat tim Liga Inggris yang ikut Liga Champions. Sementara di Piala UEFA masih ada Newcastle dan Middlesbrough. Bisa dibayangkan berapa banyak jadwal liga domestik yang harus diundur, dan akhirnya dilaksanakan dalam waktu yang sangat rapat. Belum lagi rencana FA yang ingin memberlakukan winter break.Ini tidak hanya terjadi di Inggris, tetapi juga di negara Eropa lainnya yang justru sudah menggunakan winter break. Piala UEFA musim ini Italia diwakili oleh tiga tim. Sementara Jerman, Prancis, Spanyol, dan Belanda masing-masing diwakii empat tim. Artinya jika ditambah dengan Liga Champions, dalam satu negara ada kemungkinan tujuh sampai delapan tim yang terancam mengalami nasib serupa dengan Arsenal.Sementara itu FIFA di bawah kepengurusan Sepp Blater, beberapa waktu lalu meminta kepada seluruh negara anggotanya untuk mempersingkat jadwal kompetisi domestik. Alasannya agar setiap negara memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk mempersiapkan pertandingan internasional. Nah, yang ini bagaimana lagi? (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads