sepakbola

Sudah 4 Tahun Brasil Tak Bisa Mengalahkan Tim-tim Besar

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Sudah 4 Tahun Brasil Tak Bisa Mengalahkan Tim-tim Besar


Mohammad Resha Pratama - detikSepakbola

Getty Images/Harold Cunningham/LatinContent
Getty Images/Harold Cunningham/LatinContent
Jenewa -

Brasil dengan nama besarnya dalam peringkat FIFA terbaru cuma berada di posisi ke-18. Wajar adanya demikian karena menurunnya prestasi Selecao serta ketidakmampuan mengalahkan tim-tim raksasa sejak 2009.

Sejak terakhir kali merebut trofi Piala Konfederasi 2009, Brasil sudah empat tahun hampa gelar karena dalam Piala Dunia 2010 mereka terhenti di perempatfinal dan juga di Copa America 2011. Tak hanya hampa gelar, relatif performa 'Tim Samba' pun menurun drastis.

Situs FIFA melansir sejak tahun 2010 ranking Brasil terus menurun karena kecilnya jumlah nilai yang dikumpulkan dari rata-rata 937,43 lalu menurun 649,74 di tahun 2011, 451,8 di tahun 2012 dan di tahun 2013 ini mereka cuma mengumpulkan 299,44. Alhasil total poin mereka kini cuma 908 dan duduk di urutan ke-18.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Brasil kalah dari tim-tim macam Swiss, Yunani, Pantai Gading, Ekuador dan bahkan Kolombia yang kini menempati rangking ke-6. Selain karena performa yang tidak bagus sepanjang tiga tahun terakhir, Brasil juga sudah lama tak mengalahkan tim-tim top dunia.

Terakhir mereka menang dari tim besar adalah pada laga friendly kontra Inggris pada 15 November 2009 dengan skor 1-0 lewat gol Nilmar. Setelahnya Brasil bertemu Portugal (imbang 0-0 di fase grup PD 2010), Belanda (kalah 1-2 di perempatfinal PD 2010), kalah 0-1 dari Argentina serta Prancis di laga ujicoba, lalu kalah adu penalti dari Uruguay di perempafinal Copa America.

Lalu kalah 2-3 dari Jerman di laga ujicoba, 3-4 dan 1-2 dari Argentina, 1-2 dari Inggris dan terakhir dinihari WIB tadi juara dunia lima kali itu cuma imbang 2-2 dengan Italia.

Wajar jika dalam tiga tahun terakhir, tim sebesar Brasil dua kali mengganti pelatihnya dari Carlos Dunga ke Mano Menezes dan kini ditangani Luis Scolari.

Maka Piala Konfederasi musim panas nanti jadi ujian awal untuk mereka dan jika gagal jadi juara, bukan tak mungkin 'Kenari Kuning' tak akan terbang tinggi di kandang sendiri saat menghelat Piala Dunia tahun depan.


(mrp/a2s)











Hide Ads