Boateng melakukan aksi itu pasca menjadi korban pelecehan berbau rasial pada laga persahabatan antara AC Milan kontra Pro Patria Januari lalu. Aksi itu kemudian mendapat pro kontra dari berbagai pihak termasuk Blatter yang menentang aksi itu.
Setelah dua bulan pasca insiden itu, Boateng yang mendapat pujian atas sikapnya itu diundang FIFA dalam acara Geneva on the International Day for the Elimination of Racial Discrimination. Dalam pidatonya ia berharap adanya figur-figur hebat dalam sepakbola untuk bisa memerangi rasisme di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah meyakini dari awal bahwa Kevin-Prince Boateng berhak meninggalkan lapangan," ujar Blatter di Football Italia.
"Bahasa tubuhnya begitu simbolis dan pemberani. Meskipun ini adalah sebuah peringatan, bukan solusi," sambungnya.
"Kami berharap bisa bekerja sama dengan Kevin untuk menghapus rasisme selamanya," demikian dia.
(mrp/a2s)











































