Posisi puncak yang sempat dikuasai Spanyol di Grup I akhirnya lengser setelah diimbangi Finlandia 1-1 akhir pekan lalu yang dibarengi dengan kemenangan 3-1 Prancis atas Georgia. Sebelumnya Spanyol juga cuma meraih satu poin di laga terakhir lawan Prancis bulan Oktober lalu.
Tak ayal banyak gaya tiki-taka kembali mendapat kritik dan dinilai mulai usang karena tim-tim lawan sudah punya cara meredam gaya tersebut. Apalagi performa Spanyol pasca menjuarai Piala Eropa lalu cenderung stagnan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait hal itu kapten ketiga Spanyol, Sergio Ramos, menegaskan jika timnya akan tetap mengenakan gaya asli mereka yakni tiki-taka yang menitikberatkan pada penguasaan bola dan umpan-umpan pendek. Sebab dengan gaya itu toh Spanyol bisa menguasai jagad persepakbolabolaan dalam lima tahun terakhir.
"Kami harus menunggu siapa saja yang diturunkan Prancis. Kami tidak akan mengubah gaya kami karena itulah yang membawa kami pada kesuksesan seperti sekarang," ujar Ramos di sefutbol.
"Kami adalah tim nasional yang hebat dan kami membuktikan itu di El Caderon. Kami tidak perlu mengubahnya."
(mrp/nds)










































