Korban Tewas di PPD 2006 Bertambah

Korban Tewas di PPD 2006 Bertambah

- Sepakbola
Selasa, 12 Okt 2004 10:33 WIB
Jakarta - Tragedi tewasnya penonton Afrika makin bertambah parah. Setelah tiga orang tewas di Guinea, 6 orang korban tewas bertambah di Pra Piala Dunia 2006.Sepakbola Afrika berkabung. Di dalam tiga pertandingan kualifikasi PD 2006 yang digelar Minggu (10/10) lalu total sembilan orang penonton tewas. Hilangnya nyawa tiga korban di pertandingan Guinea versus Maroko, disusul dengan tewasnya enam orang di partai lainnya. Empat tewas di Lome saat pertarungan Togo melawan Mali dan dua lainnya di pertandingan Liberia berhadapan Senegal.Pada berita sebelumnya. di pertandingan Liberia versus Senegal hanya diberitakan tentang adanya kerusuhan antar penonton. Saling lempar batu dan botol berisi urin memaksa pertandingan yang berakhir 3-0 untuk kemenangan Senegal itu tertunda selama 30 menit.Berita itu segera berkembang dengan jatuhnya korban. Pihak Federasi Sepakbola Liberia (LFA) sendiri membantah jika kericuhan itu dipicu oleh fans Liberia yang notebene sebagai tuan rumah. "Mereka pengacau yang menunggu pertandingan untuk bisa mengeksekusi rencananya. Pengacau itu bukan Lone Star (nama Liberia fans)," ujar Sekjen Nyanquoi Boissy kepada AFP.Sementara itu di partai Grup 1 lainnya antara Togo versus Mali, empat orang tewas di pertandingan tersebut. Insiden ini terjadi akibat mati lampu usai pertandingan yang menyebabkan kepanikan. Penonton pun saling berdesakan ingin segera keluar dari stadion. "Empat orang tewas dan delapan lainnya cedera, tiga diantaranya dalam keadaan serius. Lima orang hanya cedera ringan sedangkan yang tiga lainnya tengah dirawat di rumah sakit militer," jelas Menteri Kesehatan Togo Suzanne Aho.Banyaknya korban berjatuhan di PPD 2006 membuat FIFA mengambil langlah melakukan invetigasi atas insiden itu. Bukan untuk insiden itu saja FIFA juga akan menyelidiki masalah kericuhan lain di partai PPD Afrika, Eropa dan Amerika.Botswana vs Kenya dan Panama vs Jamaica. Pelemparan molotov yang terjadi di pertandinganBosnia-Herzegovina melawan Serbia & Montenegro, Malawi vs Tunisia, Sudan vs Kamerun, Honduras melawan Kanada dan terakhir kasus rasismen di pertandingan Macedonia versus Belanda. (erk/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads