Eriksson Tunda Bahas Beckham

Eriksson Tunda Bahas Beckham

- Sepakbola
Rabu, 13 Okt 2004 04:52 WIB
Jakarta - Meski kasus kartu kuning David Beckham sudah jadi sorotan media masa, pelatih Sven Goran Eriksson tidak langsung ikut nimbrung. Ada hal lebih penting yang harus dipikirkan.Tindakan Beckham melakukan pelanggaran secara sengaja untuk mendapatkan kartu kuning berubah menjadi isu di kalangan pers Inggris. Namun hal itu tidak mampu memancing Eriksson untuk ikut angkat bicara. "Saya akan mengurus masalah tersebut setelah pertandingan ini-Inggris vs Azerbaijan-. Saya tahu apa yang akan saya lakukan hari Kamis atau Jumat mendatang. Jadi tunggu saja sampai hari itu," ujar Eriksson, seperti dilansir BBC, Selasa (12/10/2004).Sikap Eriksson ini semata-mata untuk menjaga konsentrasi tim agar tidak terganggu oleh pertentangan pendapat mengenai tindakan Beckham. "Saya pikir tidak adil bagi tim jika kami hanya membicarakan satu orang yang cedera, atau terkena hukuman," tambahnya.Pelatih asal Swedia itu lebih senang jika saat ini yang dibahas adalah masalah persiapan Inggris untuk kembali mengulang sukses, seperti saat mengatasi Wales 2-0. Eriksson memastikan sebagai pengganti Beckham, ban kapten akan dipercayakan kepada striker Real Madrid, Michael Owen. Sementara posisi gelandang kanan, kemungkinan besar akan ditempati Owen Hargreaves.Sikap Eriksson ini sejalan dengan pemikiran para petinggi FIFA. Sebagai institusi tertinggi sepakbola dunia, FIFA tidak akan mengeluarkan komentar apapun hanya berdasarkan pemberitaan media massa. Perlu dilakukan kajian lebih jauh dengan Federasi Sepakbola Inggris (FA).Hingga saat ini banyak sekali suara-suara dari para pelaku sepakbola Inggris yang pro dan kontra dengan tindakan Beckham. Bagi yang kontra, apa yang dilakukan Beckham dianggap sebagai tindakan yang tidak sportif. Tetapi bagi yang pro, justru Beckham telah melakukan tindakan yang sangat profesional dengan "menghukum diri" di saat tidak akan bisa bermain karena cedera. Tetapi yang pasti, kartu kuning merupakan hukuman untuk satu pelanggaran. Sementara untuk tindakan sengaja melakukan pelanggaran demi mengincar kartu kuning, hingga saat ini belum ada hukumannya. (lom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads