Parreira: Kolombia Terlalu Bertahan
Kamis, 14 Okt 2004 13:20 WIB
Jakarta - Pelatih tim Brasil Carlos Alberto Parreira mengomentari cara bermain Kolombia saat skuadnya ditahan imbang tanpa gol. Parreira mengatakan bahwa sangat menyedihkan melihat Kolombia main bertahan. Brasil yang tampil di depan para pendukungnya, gagal mencetak gol di babak kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Latin, Kamis (14/10/2004). Hasil imbang tanpa gol ini tentu membuat Parreira kecewa karena harus berbagi poin dengan Kolombia. Pelatih Brasil ini tidak menyalahkan para pemainnya yang gagal membongkar pertahanan Kolombia. Sebaliknya, Parreira melihat permainan bertahan yang diterapkan oleh Kolombia menyulitkan skuadnya untuk mencetak gol di Stadion Rei Pele, Macieo. "Untuk setiap orang yang melihat sepakbola Kolombia, ini sangat menyedihkan melihat permainan tim yang tidak ingin melakukan tekanan untuk melakukan serangan," kata Parreira usai pertandingan, seperti dilansir Yahoo Sport, Kamis (14/10/2004). "Secara teknik mereka adalah tim yang berbakat, penguasaan bola mereka sangat baik, mereka dapat menghentikan bola kami. Namun ketika satu tim tidak ingin untuk bermain, Anda tidak akan dapat memainkan pertandingan," lanjut pelatih Brasil ini.Parreira menegaskan bahwa skuadnya telah berusaha keras. " Kami telah mencoba segalanya yang kami bisa dan tetap tidak dapat mematahkan blokade mereka. Target mereka adalah poin dan mereka bisa mendapatkannya," ujarnya. Sebelumnya media Brasil memprediksikan akan meraih kemenangan besar namun Kolombia yang memainkan formasi 4-5-1 mampu meredam peluang Brasil. "Mereka bertahan penuh dan menunggu kami membuat kesalahan, yang memang tidak pernah terjadi," ungkapnya. Bukan hanya strategi Kolombia saja yang dikomentari oleh pelatih Brasil ini. Parreira juga mengkritik wasit asal Uruguay Jorge Larrionda atas kepemimpinan yang merugikan Brasil atas sikap kasar pemain lawan. "Wasit tidak dapat mencegah kekerasan yang terjadi di dlama lapangan. Ada dua atau tiga pelanggaran yang seharusnya mendapatkan kartu kuning namun tidak dilakukannya sehingga memberikan angin bagi Kolombia menjaga kami dengan tindakan kasar," keluh Parreira. (key/)











































