Kasus rasialisme belakangan memang menjadi perhatian. Beberapa pemain menjadi korban tindak rasial di atas lapangan seperti Kevin Prince Boateng dan Mario Balotelli.
Namun FIFA menilai hukuman yang berlaku saat ini masih belum cukup untuk meredam tindak rasial. Untuk itu, mereka akan menerapkan sistem hukuman baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa hukuman itu termasuk pengurangan poin dan dikeluarkan dari kompetisi atau degradasi, menempatkan petugas antidiskriminasi di pertandingan, sanksi minimal lima pertandingan untuk pemain yang terbukti melakukan tindak rasial, denda yang lebih besar, dan nomor hotline bagi pelain dan suporter yang ingin melaporkan tindak rasial.
"Proposal kami menunjukkan niat kami untuk melawan rasialisme dalam segala bentuk. Untuk pelanggar serius, akan diterapkan hukuman dikeluarkan dari kompetisi atau degradasi," ujar Webb seperti dilansir Reuters.
Hal ini disambut positif oleh Presiden FIFA, Sepp Blatter. Dia berharap dengan hukuman yang lebih berat, tak akan ada lagi tindak rasial di sepakbola.
"Sudah ada pelanggaran tercela di tahun ini yang sudah lama membayangi sepakbola. Saya bicara soal politik kebencian - rasialisme, pengabaian, diskriminasi, intoleransi, dan prasangka," kata Blatter.
"Itu adalah perilaku tidak bermoral dan merusak yang kita benci. Kita bisa mengirim pesan yang kuat untuk para pelaku rasis bahwa waktu mereka sudah habis," imbuhnya.
(nds/mrp)











































