Pada laga di HaMoshava Stadium tersebut, Belanda tampil sedikit lebih dominan dan unggul dalam penguasaan bola di babak pertama. Sejumlah peluang pun didapatkan oleh tim besutan Cor Pot itu, namun penyelesaian akhir tidak terlalu bagus.
Adam Maher beberapa kali mengancam gawang Italia lewat beberapa pergerakan dan tendangannya. Tercatat, Maher melepaskan tiga tembakan sepanjang laga --yang terbanyak di antara pemain-pemain Belanda lainnya-- dan satu di antaranya tepat sasaran. Ujung-ujungnya Maher mengakhiri laga tanpa gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Borini, yang tampil sebagai starter, akhirnya jadi pahlawan lewat golnya di menit ke-78. Borini sendri terbilang agresif sepanjang laga.
Penyerang Liverpool itu melepaskan empat tembakan dengan satu di antaranya tepat sasaran. Jumlah tembakannya adalah yang terbanyak di antara pemain-pemain yang berlaga.
Gol Borini diawali oleh pergerakan Lorenzo Insigne di sisi kiri. Insigne kemudian mengirim umpan terobosan ke kotak penalti dan Borini menerimanya. Setelah mengecoh satu bek Belanda, Borini kemudian melepaskan tembakan ke tiang jauh untuk menaklukkan Jeroen Zoet.
Gol itu pun mengantarkan Italia ke partai puncak Piala Eropa U-21 untuk menghadapi Spanyol. Sebelumnya, La Rojita melaju ke final setelah mengalahkan Norwegia 3-0.
Ini bak ulangan partai final Piala Eropa 2012, di mana Spanyol sukses menang 4-0 atas Italia.
Spanyol sendiri merupakan juara bertahan Piala Eropa U-21. Pada perhelatan tahun 2011, mereka jadi juara setelah mengalahkan Swiss 2-0.
Susunan Pemain
Italia: Bardi, Donati, Caldirola, Bianchetti, Regini, Verratti, Florenzi, Rossini (Crimi 90), Immobile (Gabbiadini 62), Insigne (Sansone 85), Borini.
Belanda: Zoet, Van Rhijn, De Vrij (Van der Hoorn 75), Martins Indi, Blind (Fer 83), Strootman, Maher, Wijnaldum, Van Ginkel, John (Memphis 68), De Jong.
(roz/krs)











































