'Pirlinho' Menyihir Maracana

'Pirlinho' Menyihir Maracana

Doni Wahyudi - Sepakbola
Senin, 17 Jun 2013 08:29 WIB
Pirlinho Menyihir Maracana
Getty Images/Vincenzo Pinto
Jakarta -

Di Stadion Maracana saat menjalani pertandingan ke-100 bersama Italia, Andrea Pirlo berubah menjadi Pirlinho. Dan selayaknya pemain-pemain berdarah Brasil, dia menyihir publik yang mengelukan namanya.

Bahkan sebelum menjalani laga dengan Uruguay di pertandingan pertama Piala Konfederasi, Pirlo sudah menyebut kalau pertandingan ke-100 itu akan jadi momen spesial baginya. Di atas lapangan, Pirlo benar-benar tampil spesial. Dia membantu Gli Azzurri memetik kemenangan dengan skor 2-1.

Pirlo, pemain kelima yang mencatatkan 100 caps di tim nasional Italia, mencetak gol pembuka kemenangannya dalam pertandingan tersebut. Dia melakukannya melalui pertunjukan kemampuan mengeksekusi tendangan bebas yang luar biasa berkelas. Berdiri beberapa meter di luar kotak penalti, bola yang dia sepak melayang melewati pagar hidup, sedikit berbelok ke arah kiri dan menghujam ke gawang tanpa bisa dihalau kiper.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu perasaan yang luar biasa bisa mencapai 100 caps dan menandainya dengan gol di stadion bersejarah seperti Maracana. Itu sesuatu yang hanya bisa mimpikan sejak kecil," sahut Pirlo usai pertandingan.

"Itu salah satu gol yang saya cetak dengan tendangan bebas. Saya senang dengan kemenangan yang didapat dan saya membuat fans bergembira. Kiper? Dia melompat untuk menjangkaunya dan mungkin dia tak akan bisa menjangkaunya," lanjut eks AC Milan dan Inter Milan itu.

Hal unik lain dialami Pirlo dalam laga tersebut adalah publik Maracana yang memberikan dukungan luar biasa padanya. Bahkan sebelum dirinya mengeksekusi tendangan bebas yang kemudian jadi gol, penonton sudah meneriakkan namanya. Bukan dengan sebutan Pirlo, tapi Pirlinho.

"Saya tak tahu. Saya merasa sebagai orang Italia dan beruntung bisa tumbuh dan bermain di Italia. Tentu saja itu menyenangkan untuk dibandingkan dengan seorang juara dari Brasil. Mereka sudah mulai memanggil saya dengan Pirlinho!"

"Hal lain yang saya suka dari pertandingan ini adalah umpan saya pada Ignazio Abate di sisi kiri saat Mario Balotelli nyaris mencetak gol. Saya merasa penting untuk tim saya, tapi istilah 'berkelas dunia' dan 'juara' bukan kehendak saya dan saya tak pernah menggunakannya untuk saya sendiri," lanjut gelandang milik Juventus itu.

Selain 100 caps dan gol tendangan bebas yang indah, Pirlo (34 tahun dan 38 hari) kini juga tercatat sebagai pemain tertua kedua yang mencetak gol di Piala Konfederasi setelah Lothar Matthaus (38 tahun dan 129 hari).

(din/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads