\'Konflik dengan Koeman\'
Van Gaal Mundur dari Ajax
Rabu, 20 Okt 2004 14:11 WIB
Den Haag - Direktur Tehnik AFC Ajax Amsterdam, Louis van Gaal, secara mendadak menyatakan mundur dari jabatannya. Situasi di Ajax belakangan memang memanas.Berita pengunduran diri Van Gaal, yang kembali ke Ajax sebagai Direktur Teknik pada Oktober 2003, itu bocor ke redaksi televisi publik NOS dan dilansir dalam siaran sela Sportjournaal Selasa menjelang tengah malam (23.45) atau Rabu (20/10/2004) jam 04.45 WIB.Alasan resmi pengunduran diri Van Gaal masih belum jelas, sebab dia sendiri baru akan menyampaikan konferensi pers hari ini pada jam 17.30 atau jam 22.30 WIB.Namun langkah mundur mantan pelatih jenius, yang pernah sukses membawa Ajax merajalela di tahun 1995 (mendominasi kompetisi nasional, Piala UEFA, Piala Liga Kampiun dan Piala Dunia), itu tidak bisa dilepaskan dari situasi internal Ajax mutakhir.Beberapa pekan terakhir hubungan Direktur Teknik Van Gaal dengan pelatih Ronald Koeman memang dibayangi konflik. Gesekan Van Gaal-Koeman dimulai ketika salah satu striker andalannya, Zlatan Ibrahimovic, disetujui dijual ke Juventus pada Mei lalu. Dijualnya Ibrahimovic (16 juta Euro) ini tidak ditambal dengan pemain baru yang sekaliber. Sejak itu lini depan Ajax mulai tumpul.Secara tersamar, Koeman menyesalkan kebijakan manajemen yang mengorbankan sepakbola dan terlampau menitikberatkan pada penggelembungan kas Ajax. Sekadar tahu, Ajax adalah satu-satunya klub di Belanda yang tercatat di bursa saham pada Amsterdam Exchange (AEX). Dalam pandangan pelatih seangkatan Van Basten, Rijkaard dan Gullit tersebut, Van Gaal sebagai direktur teknik seharusnya mempertahankan Ibrahimovic dan menentang kebijakan yang terlampau berat ke bisnis itu.Hubungan Van Gaal dengan Koeman bertambah memanas setelah Ajax dalam duel kedua Pool C Liga Kampiun UEFA dilumpuhkan Bayern Munchen 4-0 (28/09/2004). Koeman mulai secara terbuka mengeluh kepada pers bahwa Ajax dengan materi pemain seperti itu harus realistis memasang target. Pernyataan Koeman ini menyoal kebijakan Direktur Teknik Van Gaal, yang dinilainya mematok target terlalu tinggi dengan materi pemain yang ada, yakni minimal mencapai perempat final Piala Liga Kampiun. Koeman berang karena tim yang dibangunnya dengan susah-payah, justru dipreteli antara lain dengan menjual Ibrahimovic, tapi malah dibebani target terlampau tinggi. Pada fase ini mulai beredar rumor bahwa Koeman akan hengkang dari Ajax.Pada gilirannya Van Gaal bereaksi bahwa materi pemain yang dimiliki Ajax saat ini cukup berkualitas. Meskipun rata-rata belia, mereka adalah para international. Singkatnya, Koeman tak perlu rewel. Situasi tidak harmonis di atas berpengaruh ke pemain. Ajax digilas 1-3 dalam kompetisi Liga Belanda di kandang sendiri (ArenA Amsterdam) oleh klub papan tengah SC Heerenveen (16/10/2004). Dalam duel itu, untuk pertama dalam sejarah Ajax, sesama Ajacied (pemain Ajax) saling memaki dan mengumpat di lapangan. Bek Heitinga 'meledak' dan bahkan mendorong dada kiper Bogdan Lobont (Ceko). Sneijder clash verbal versus striker Wesley Sonck (Belgia).Dalam situasi yang gonjang-ganjing itu Van Gaal akhirnya memutuskan mundur dari Ajax. Secara normatif mungkin dia akan menegasi situasi runyam internal Ajax sebagai pemicu keputusannya. Namun logika mengatakan, jika harmonis mustahil dia keluar. Atau ada teori ketiga: dalam situasi seperti itu Van Gaal mendapat tawaran sebuah klub untuk menjadi pelatih.Kita tunggu saja apa penjelasan resmi Van Gaal dalam konferensi pers nanti. (es/)











































