Kesebelasan Pilihan di Piala Eropa U-21

Kesebelasan Pilihan di Piala Eropa U-21

- Sepakbola
Rabu, 19 Jun 2013 12:39 WIB
Kesebelasan Pilihan di Piala Eropa U-21
AFP/Menahem Kahana
Jakarta -

Tuntas sudah gelaran Piala Eropa U-21. Spanyol tampil menjadi juara setelah mengalahkan Italia di partai puncak.

Keberhasilan La Rojita menjuarai gelaran tersebut adalah yang kedua secara beruntun setelah juga melakukannya pada tahun 2011 lalu. Spanyol pun kini mengoleksi empat gelar juara Euro U-21, cuma kalah dari Italia yang punya lima gelar.

Dalam gelaran di Yerusalem kali ini, para pemain Spanyol terlihat dominan. Salah satu buktinya adalah nama Alvaro Morata, Thiago Alcantara, dan Isco, yang secara beruntun berhak atas Sepatu Emas, Sepatu Perak, dan Sepatu Perunggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketiga nama penggawa La Rojita itu pun berhak atas satu tempat di dalam susunan pemain terbaik Piala Eropa U-21 versi Bleacher Report. Berikut kesebelasan tersebut, dalam formasi varian 4-3-3. Sebagai catatan, sebagian besar pemain itu kini, pada putaran final, tidak lagi berusia di bawah 21 tahun--bisa saja 23 tahun. Tetapi saat kualifikasi dimulai, dua tahun lalu, mereka diharuskan berusia 21 tahun atau kurang.



1. Kiper: Orjan Nyland, Norwegia

Getty Images/Alex Grimm
Sebelum Euro U-21 kali ini, nama Nyland boleh jadi belum terlalu dikenal di Eropa. Tetapi ia lantas berhasil unjuk gigi lewat serangkaian aksi apiknya di bawah mistar.

Kiper Norwegia berusia 22 tahun yang bermain untuk klub Molde tersebut di antaranya berhasil memperlihatkan kepiawaian ketika timnya menghadapi gelombang tekanan dari para pemain Spanyol di semifinal--kendatipun akhirnya kalah 0-3.

Bukan cuma refleks dan kelincahan dalam mengawal gawangnya, kiper yang pernah berlatih bersama klub Liga Primer Inggris, Everton, pada Desember 2008 itu juga terlihat punya pengendalian wilayah yang cukup bagus.

2. Bek Kanan: Martin Montoya, Spanyol

AFP/Jack Guez
Untuk posisi bek kanan, pemain Italia Giulio Donati sebenarnya tampil cukup impresif. Tetapi bek asal klub Grosseto itu tampak kewalahan di partai final.

Maka pilihan kemudian jatuh ke Montoya, bek kanan Spanyol berusia 22 tahun asal klub Barcelona, yang dinilai tampil lebih konsisten sepanjang turnamen.

Siapapun lawannya, Montoya relatif mampu meredam. Kepiawaian Montoya pun membuat Dani Carvajal, yang tampil oke bersama Bayer Leverkusen di Bundesliga musim 2012/13, harus rela jadi pilihan kedua di sisi kanan belakang dalam partai penting.

3. Bek Tengah: Matteo Bianchetti, Italia

Getty Images/Alex Grimm
Sampai dengan partai final, Italia disebutkan cuma kebobolan dari situasi bola mati. Itu tak lepas dari kokohnya lini belakang Gli Azzurrini.

Atas hal tersebut, kredit tersendiri patut diberikan kepada Bianchetti, bek 20 tahun Italia yang bulan Januari lalu dipinjamkan Inter Milan ke Verona.

Selain jago mengawali lini bertahan, Bianchetti juga mencuri perhatian lewat operan panjangnya yang kemudian dikonversi Ciro Immobile jadi gol, saat Italia kalah 2-4 dari Spanyol di final.

4. Bek Tengah: Marc Bartra, Spanyol

Getty Images/Alex Grimm
Kemampuan Bartra sempat diragukan menyusul kegagalan klubnya, Barcelona, di Liga Champions. Ia pun sempat dicibir habis-habisan.

Di gelaran Piala Eropa U-21 kali ini, bek tengah berusia 22 tahun itu kemudian seperti ingin membuktikan potensi dan kemampuan.

Performanya di jantung pertahanan juga dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam clean sheet Spanyol nyaris di sepanjang turnamen--cuma kebobolan dua gol di final.

5. Bek Kiri: Alberto Moreno, Spanyol

Getty Images/Alex Grimm
Pemain Spanyol kembali menjadi pilihan untuk mengisi posisi kiri belakang. Moreno dinilai pantas mengisi tempat itu.

Bukan cuma solid dalam bertahan, Moreno secara khusus juga jeli dalam melakukan penetrasi untuk maju ke depan dalam membantu penyerangan.

Moreno adalah pemain asal klub Sevilla yang juga merupakan lulusan akademi klub tersebut. Performa apik pemain berusia 20 tahun itu di Euro U-21 digadang-gadang akan membuat Sevilla segera memagarinya dengan kontrak baru.

6. Gelandang Bertahan: Asier Illarramendi, Spanyol

Getty Images/Ian Walton
Di lini tengah Spanyol, nama Thiago Alcantara memang lebih tenar ketimbang Illarramendi. Namun, nama terakhir tetap dinilai punya peranan besar di sektor penting itu.

Diposisikan sebagai gelandang bertahan, kehadiran pemain Real Sociedad berusia 23 tahun itu di atas lapangan seperti memberikan keamanan lebih untuk empat rekannya di belakang.

Mampu memberikan operan-operan menusuk ke depan, lugas dalam menghentikan lawan saat diperlukan, dan penempatan posisi bagus adalah beberapa kualitas menonjol dari Illarramendi.

7. Gelandang: Thiago Alcantara, Spanyol

AFP/Jack Guez
Masa depan Thiago di klubnya, Barcelona, saat ini memang sedang diselubungi spekulasi. Namun, itu terbukti tak menganggu fokus dan performanya di atas lapangan.

Pemain 22 tahun yang dinilai punya skill cukup lengkap itu tampil dominan di lini tengah Spanyol, baik ketika membantu lini depan sebagai gelandang serang maupun saat mengontrol permainan sebagai gelandang sentral.

Thiago menegaskan signifikansi dirinya untuk La Rojita dengan membuat trigol dalam kemenangan 4-2 atas Italia di partai puncak.

8. Gelandang: Lewis Holtby, Jerman

Getty Images/Alex Grimm
Partisipasi Jerman di gelaran ini memang cukup singkat karena mereka sudah tersingkir di fase grup. Tetapi Holtby dinilai tetap mampu bersinar.

Salah satu performa mengilap pemain 22 tahun yang berayahkan orang Inggris itu adalah dalam kekalahan 2-3 atas Belanda di partai pertamanya di fase grup.

Saat itu Holtby, yang bulan Januari lalu diboyong Tottenham Hotspur, mencetak gol dan membuat assist untuk kemudian dinobatkan sebagai Man of the Match.

9. Sayap Kanan: Georginio Wijnaldum, Belanda

Getty Images
Nama Wijnaldum sejatinya sudah mencuat beberapa waktu lalu, berkat aksinya bersama Feyenoord pada kurun waktu 2007–2011--ia kini membela PSV. Namun, ia relatif belum mampu membuktikan potensi itu di laga-laga penting.

Di Euro U-21 kali ini, Wijnaldum sekali lagi memperlihatkan bahwa bakat besar di dalam dirinya tersebut masih ia miliki dan belum hilang.

Pemain berusia 22 tahun yang pernah dua kali membela timnas senior Belanda itu bukan cuma memamerkan kecepatan yang oke, tetapi juga kekuatan, visi permainan, dan naluri mencetak gol.

10. Sayap Kiri: Isco, Spanyol

Getty Images
Satu lagi pemain Spanyol yang namanya sudah sedemikian tenar di dunia sepakbola saat ini: Isco.

Ajang Piala Eropa U-21 kali ini seperti jadi pentas pamer aksi buat pemain asal klub Malaga berusia 21 tahun, yang kabarnya sedang dilirik sederet klub top Eropa, tersebut.

Lincah dan tampak punya otak sepakbola cemerlang, Isco seperti selalu mampu menghadirkan peluang-peluang yang pada awalnya terlihat tak ada. Penempatan posisinya pun luar biasa.

11. Penyerang: Alvaro Morata, Spanyol

AFP/Menahem Kahana
Di Euro U-21 ini, Morata lebih banyak jadi pelapis dari Rodrigo. Penyerang berusia 20 tahun asal klub Real Madrid itu pun lebih sering jadi pemain pengganti. Namun, akhirnya Morata malah menjadi pemain tersubur dalam turnamen dengan total 4 gol.

Di laga pertama, Morata yang baru masuk di menit ke-63, menjadi pahlawan kemenangan Spanyol lewat gol tunggalnya. Berikutnya ia kembali diturunkan di menit ke-73 saat menghadapi Jerman dan lagi-lagi jadi penentu dalam skor 1-0.

Di laga ketiga fase grup, yang sudah tidak menentukan, Morata menyumbang satu gol dalam kemenangan 3-0 atas Belanda. Menghadapi Norwegia di semifinal, Morata balik ke statusnya sebagai pemain pengganti meski kembali menandainya dengan gol.

Barulah di partai final ia dipasang sedari menit awal. Kendatipun gagal menambah empat golnya, Morata membukukan satu-satunya assist buatnya untuk membantu Thiago Alcantara mencetak gol pembuka dalam kemenangan Spanyol atas Italia.

Halaman 2 dari 12
Sebelum Euro U-21 kali ini, nama Nyland boleh jadi belum terlalu dikenal di Eropa. Tetapi ia lantas berhasil unjuk gigi lewat serangkaian aksi apiknya di bawah mistar.

Kiper Norwegia berusia 22 tahun yang bermain untuk klub Molde tersebut di antaranya berhasil memperlihatkan kepiawaian ketika timnya menghadapi gelombang tekanan dari para pemain Spanyol di semifinal--kendatipun akhirnya kalah 0-3.

Bukan cuma refleks dan kelincahan dalam mengawal gawangnya, kiper yang pernah berlatih bersama klub Liga Primer Inggris, Everton, pada Desember 2008 itu juga terlihat punya pengendalian wilayah yang cukup bagus.

Untuk posisi bek kanan, pemain Italia Giulio Donati sebenarnya tampil cukup impresif. Tetapi bek asal klub Grosseto itu tampak kewalahan di partai final.

Maka pilihan kemudian jatuh ke Montoya, bek kanan Spanyol berusia 22 tahun asal klub Barcelona, yang dinilai tampil lebih konsisten sepanjang turnamen.

Siapapun lawannya, Montoya relatif mampu meredam. Kepiawaian Montoya pun membuat Dani Carvajal, yang tampil oke bersama Bayer Leverkusen di Bundesliga musim 2012/13, harus rela jadi pilihan kedua di sisi kanan belakang dalam partai penting.

Sampai dengan partai final, Italia disebutkan cuma kebobolan dari situasi bola mati. Itu tak lepas dari kokohnya lini belakang Gli Azzurrini.

Atas hal tersebut, kredit tersendiri patut diberikan kepada Bianchetti, bek 20 tahun Italia yang bulan Januari lalu dipinjamkan Inter Milan ke Verona.

Selain jago mengawali lini bertahan, Bianchetti juga mencuri perhatian lewat operan panjangnya yang kemudian dikonversi Ciro Immobile jadi gol, saat Italia kalah 2-4 dari Spanyol di final.

Kemampuan Bartra sempat diragukan menyusul kegagalan klubnya, Barcelona, di Liga Champions. Ia pun sempat dicibir habis-habisan.

Di gelaran Piala Eropa U-21 kali ini, bek tengah berusia 22 tahun itu kemudian seperti ingin membuktikan potensi dan kemampuan.

Performanya di jantung pertahanan juga dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam clean sheet Spanyol nyaris di sepanjang turnamen--cuma kebobolan dua gol di final.

Pemain Spanyol kembali menjadi pilihan untuk mengisi posisi kiri belakang. Moreno dinilai pantas mengisi tempat itu.

Bukan cuma solid dalam bertahan, Moreno secara khusus juga jeli dalam melakukan penetrasi untuk maju ke depan dalam membantu penyerangan.

Moreno adalah pemain asal klub Sevilla yang juga merupakan lulusan akademi klub tersebut. Performa apik pemain berusia 20 tahun itu di Euro U-21 digadang-gadang akan membuat Sevilla segera memagarinya dengan kontrak baru.

Di lini tengah Spanyol, nama Thiago Alcantara memang lebih tenar ketimbang Illarramendi. Namun, nama terakhir tetap dinilai punya peranan besar di sektor penting itu.

Diposisikan sebagai gelandang bertahan, kehadiran pemain Real Sociedad berusia 23 tahun itu di atas lapangan seperti memberikan keamanan lebih untuk empat rekannya di belakang.

Mampu memberikan operan-operan menusuk ke depan, lugas dalam menghentikan lawan saat diperlukan, dan penempatan posisi bagus adalah beberapa kualitas menonjol dari Illarramendi.

Masa depan Thiago di klubnya, Barcelona, saat ini memang sedang diselubungi spekulasi. Namun, itu terbukti tak menganggu fokus dan performanya di atas lapangan.

Pemain 22 tahun yang dinilai punya skill cukup lengkap itu tampil dominan di lini tengah Spanyol, baik ketika membantu lini depan sebagai gelandang serang maupun saat mengontrol permainan sebagai gelandang sentral.

Thiago menegaskan signifikansi dirinya untuk La Rojita dengan membuat trigol dalam kemenangan 4-2 atas Italia di partai puncak.

Partisipasi Jerman di gelaran ini memang cukup singkat karena mereka sudah tersingkir di fase grup. Tetapi Holtby dinilai tetap mampu bersinar.

Salah satu performa mengilap pemain 22 tahun yang berayahkan orang Inggris itu adalah dalam kekalahan 2-3 atas Belanda di partai pertamanya di fase grup.

Saat itu Holtby, yang bulan Januari lalu diboyong Tottenham Hotspur, mencetak gol dan membuat assist untuk kemudian dinobatkan sebagai Man of the Match.

Nama Wijnaldum sejatinya sudah mencuat beberapa waktu lalu, berkat aksinya bersama Feyenoord pada kurun waktu 2007–2011--ia kini membela PSV. Namun, ia relatif belum mampu membuktikan potensi itu di laga-laga penting.

Di Euro U-21 kali ini, Wijnaldum sekali lagi memperlihatkan bahwa bakat besar di dalam dirinya tersebut masih ia miliki dan belum hilang.

Pemain berusia 22 tahun yang pernah dua kali membela timnas senior Belanda itu bukan cuma memamerkan kecepatan yang oke, tetapi juga kekuatan, visi permainan, dan naluri mencetak gol.

Satu lagi pemain Spanyol yang namanya sudah sedemikian tenar di dunia sepakbola saat ini: Isco.

Ajang Piala Eropa U-21 kali ini seperti jadi pentas pamer aksi buat pemain asal klub Malaga berusia 21 tahun, yang kabarnya sedang dilirik sederet klub top Eropa, tersebut.

Lincah dan tampak punya otak sepakbola cemerlang, Isco seperti selalu mampu menghadirkan peluang-peluang yang pada awalnya terlihat tak ada. Penempatan posisinya pun luar biasa.

Di Euro U-21 ini, Morata lebih banyak jadi pelapis dari Rodrigo. Penyerang berusia 20 tahun asal klub Real Madrid itu pun lebih sering jadi pemain pengganti. Namun, akhirnya Morata malah menjadi pemain tersubur dalam turnamen dengan total 4 gol.

Di laga pertama, Morata yang baru masuk di menit ke-63, menjadi pahlawan kemenangan Spanyol lewat gol tunggalnya. Berikutnya ia kembali diturunkan di menit ke-73 saat menghadapi Jerman dan lagi-lagi jadi penentu dalam skor 1-0.

Di laga ketiga fase grup, yang sudah tidak menentukan, Morata menyumbang satu gol dalam kemenangan 3-0 atas Belanda. Menghadapi Norwegia di semifinal, Morata balik ke statusnya sebagai pemain pengganti meski kembali menandainya dengan gol.

Barulah di partai final ia dipasang sedari menit awal. Kendatipun gagal menambah empat golnya, Morata membukukan satu-satunya assist buatnya untuk membantu Thiago Alcantara mencetak gol pembuka dalam kemenangan Spanyol atas Italia.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads