Piala Eropa U-21, yang baru saja tuntas, tak jarang juga melahirkan sederet pesepakbola kenamaan, khususnya untuk mereka yang dinobatkan sebagai 'Golden Player'.
Turnamen ini acapkali dinilai sebagai batu loncatan menuju tim nasional senior. Pemain seperti Mesut Oezil, Klaas Jan Huntelaar, Luis Figo, Petr Cech, Iker Casillas, Francesco Totti, Fabio Cannavaro, Gianluigi Buffon, Alberto Gilardino, Andrea Pirlo, dan Georgios Karagounis, pernah beraksi di ajang tersebut.
Di turnamen itu sendiri, tiap edisinya ada satu pemain terbaik yang diberi predikat 'Golden Player' alias 'Pemain Emas'. Berikut para pemain di masa lalu yang pernah menggondol gelar 'Golden Player' atau pemain terbaik turnamen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Rudi Voeller, Jerman (1982)
|
Getty Images
|
Selain itu ia juga pernah melatih timnas Jerman kurun waktu 2000-2004. Saat itu pria yang kini berusia 53 tahun tersebut mengantar Die Mannschaft jadi runner-up Piala Dunia 2002.
Sebelum menekuni dunia kepelatihan, nama Voeller menjulang sebagai pemain. Ia pernah membela Kickers OffenbachΒ Β Β , TSV 1860 Muenchen, Werder Bremen, Roma, Marseille, dan Bayer Leverkusen, sekaligus menyabet sederet prestasi.
Di level timnas senior Voeller punya 90 caps, yang di antaranya ia catatkan ketika mengantar Jerman menjadi runner-up Piala Dunia 1986 dan kemudian jadi juara empat tahun setelahnya.
Mundur sedikit ke belakang, Voeller lebih dulu mencuri perhatian bersama timnas U-21 Jerman Barat. Pada tahun 1982, Voeller muda mengantar timnya ke partai final, meskipun gagal jadi juara usai dikalahkan Inggris.
2. Laurent Blanc, Prancis (1988)
|
Getty Images
|
Sebelum terjun ke dunia kepelatihan, nama Blanc dikenal sebagai bek tangguh, baik untuk klub-klubnya maupun timnas Prancis.
Karier panjangnya sebagai pemain profesional (1983-2003) Blanc isi dengan bermain untuk Montpellier, Napoli, Nimes, Saint-Etienne, Auxerre, Barcelona, Marseille, Inter Milan, dan Manchester United. Sederet gelar ia raih bersama klub-klub itu.
Di level timnas, Blanc membukukan 97 caps. Sebagai penggawa 'Les Bleus' ia juga pernah mencicipi gelar juara Piala Dunia 1998 dan kemudian Piala Eropa 2000.
Sebelum bermain untuk timnas senior Prancis, Blanc juga berprestasi bersama timnas U-21 yang diantarnya menjuarai Piala Eropa U-21 tahun 1988.
3. Davor Suker, Yugoslavia (1990)
|
Getty Images
|
Di level timnas, Suker mulai unjuk gigi bersama tim U-20 Yugoslavia, yang pernah diantarnya menjuarai Piala Dunia U-20 tahun 1987 silam.
Pada tahun 1990, Suker bermain di Piala Eropa U-21 dan mengantar Yugoslavia jadi runner-up, di mana ia dinobatkan jadi 'Golden Player'. Total ia mencetak 6 gol di turnamen tersebut.
Di level timnas senior, Suker tercatat membukukan 69 caps untuk timnas Kroasia pada periode 1992-2002. Salah satu prestasinya pada periode ini adalah membantu Krosia meraih posisi tiga di Piala Dunia 1998.
4. Luis Figo, Portugal (1994)
|
Getty Images
|
Tiga tahun kemudian, Figo unjuk gigi lagi di gelaran Piala Eropa U-21. Meskipun Portugal cuma jadi runner-up, saat itu Figo tetap diganjar penghargaan pemain terbaik turnamen.
Pernah membela sederet klub top seperti Sporting CP, Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan, Figo kemudian tercatat punya 127 caps untuk timnas Portugal.
Di timnas senior, prestasi terbaik yang dapat dipersembahkan Figo adalah membawa Portugal menjadi runner-up Piala Eropa 2004.
5. Fabio Cannavaro, Italia (1996)
|
Getty Images
|
Karier Cannavaro banyak dihabiskan di Italia, meskipun ia juga pernah bertualang ke Spanyol dan Dubai. Pria 39 tahun itu tercatat pernah membela Napoli, Parma, Inter Milan, Juventus, Real Madrid, Juventus, dan Al-AhliΒ Β Β .
Bersama 'Gli Azzurri', Cannavaro yang punya 136 caps pernah mengantar timnas senior Italia menjadi runner-up Piala Eropa 2000, sebelum kemudian menjuarai Piala Dunia 2006.
Gelar juara lain di timnas juga pernah ia raih bersama 'Gli Azzurrini' dalam gelaran Piala Eropa U-21 1994 dan 1996. Di edisi 1996, Cannavaro melengkapinya dengan gelar 'Pemain Emas'.
6. Andrea Pirlo, Italia (2000)
|
Getty Images
|
Karier Pirlo itu sendiri dapat dikatakan bergelimang gelar. Tercatat pernah membela Brescia dan AC Milan, Pirlo pun sempat mencicipi gelar Coppa Italia, Piala Super Italia, Liga Champions, Piala Super UEFA, dan juga Piala Dunia Antarklub.
Sementara di level timnas senior, Pirlo mulai pamer aksi ketika menjadi kapten Piala Eropa U-21 pada tahun 2000. Ketika itu ia mengenakan kostum bernomor punggung "keramat", 10, dan membawa 'Gli Azzurrini' jadi juara sekaligus menyabet penghargaan pemain terbaik turnamen sekaligus topskorer.
Bersama timnas senior, Pirlo yang punya 101 caps tersebut pernah membantu Italia menjadi kampiun Piala Duia 2006 dan kemudian runner-up di Piala Eropa 2012 lalu.
7. Petr Cech, Republik Ceko (2002)
|
Getty Images
|
Masih pantas disebut sebagai salah satu kiper terbaik dunia, di level klub Cech punya koleksi gelar cukup lengkap. Sebut saja gelar Liga Primer Inggris (3), Piala FA (4), Piala Liga Inggris (2), Community Shield (2), Liga Champions (1), dan Liga Europa (1), yang kesemuanya ia raih bersama Chelsea. Sebelumnya, ia juga pernah membela Chmel Blsany, Sparta Praha, dan Rennes.
Sementara di timnas, Cech mengawali penampilannya pada November 1997 dengan tim U-15. Dalam usahanya menapaki jalan menuju timnas senior, Cech mulai memperlihatkan potensinya ketika tampil membawa Republik Ceko menjuarai Piala Eropa U-21 tahun 2002. Cech, yang masih berusia 20 tahun, juga menjadi pemain terbaik turnamen.
Cech juga mulai mencatatkan debutnya untuk timnas senior Republik Ceko pada Februari 2002. Sejauh ini ia sudah membukukan 101 caps, dengan prestasi terbaiknya bersama Republik Ceko adalah meraih posisi tiga di Piala Eropa 2004.
8. Alberto Gilardino, Italia (2004)
|
Getty Images
|
Sebelumnya, pemain yang pada awal kariernya disebut-sebut sebagai "kombinasi" dari Filippo Inzaghi dan Christian Vieri itu juga pernah berkostum Piacenza, Verona, Parma, AC Milan, Fiorentina, dan Genoa.
Di level timnas, Gilardino bukan cuma pernah membela timnas senior, tetapi juga U-19, U-20, dan U-21. Pada tahun 2004, Gilardino juga berperan besar dalam mengantar 'Gli Azzurrini' menjuarai Piala Eropa U-21, di mana ia juga menjadi pemain terbaik. Total 19 gol yang ia buat selama aktif di timnas Italia di U-21 masih menjadi rekor yang terus bertahan sampai sekarang.
Gilardino turut menjadi bagian dari skuat Italia yang menjuarai Piala Dunia 2006, selain juga berpartisipasi dalam Piala Konfederasi 2009, Piala Dunia 2010, dan Piala Konfederasi 2013.
9. Klaas-Jan Huntelaar, Belanda (2006)
|
Getty Images
|
Penyerang yang kini berusia 29 tahun itu mulai mencuri perhatian bersama Heerenveen (2004-2006), yang kemudian membuat Ajax kepicut merekrutnya (2006-2009). Huntelaar juga sempat membela Real Madrid dan AC Milan, sebelum kini berseragam Schalke.
Seiring dengan penampilan apiknya di Heerenveen dan Ajax, nama Huntelaaar masuk ke skuat awal Belanda untuk Piala Dunia 2006, kendati tidak terpilih untuk skuat akhir. Huntelaar justru dikirim untuk tampil di Piala Eropa U-21, di mana ia kemudian menjadi topskorer dan pemain terbaik turnamen.
Selama berkiprah di timnas U-21 Belanda, Huntelaar membukukan total 18 gol yang mana masih bertahan sebagai jumlah terbanyak.
Sejak 2006, Huntelaar mulai berseragam timnas senior Belanda. Sejauh ini ia sudah mencatat 59 caps.
10. Juan Mata, Spanyol (2011)
|
Getty Images
|
Mata, yang menjalani jenjang di timnas Spanyol sejak level U-16, sebenarnya sudah masuk ke timnas senior pada Juni 2009, ketika ia diikutsertakan di skuat Piala Konfederasi.
Namun demikian, pada prosesnya ia justru sempat balik ke skuat U-21, sebuah langkah yang sebenarnya kurang lazim, dan berperan besar dalam membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa 2011.
Playmaker berusia 25 tahun itu saat ini sedang berkiprah di Piala Konfederasi 2013 bersama timnas senior Spanyol, di mana ia sudah membukukan 26 caps.
Di level klub, pemain yang direkrut Chelsea dari Valencia itu di antaranya sudah pernah menjuarai Copa del Rey (1), Piala FA (1), Liga Champions (1) dan Liga Europa (1).
Halaman 2 dari 11










































