Brasil akan menghadapi Spanyol di partai puncak Piala Konfederasi pada Minggu (30/6/2013). A Seleccao punya peluang untuk mengakhiri dominasi La Furia Roja.
Berbekal materi pemain bertabur bintang, Spanyol memulai eranya dengan menjuarai Piala Eropa 2008. Sukses itu berlanjut dengan menjadi kampiun Piala Dunia 2010 dan mempertahankan gelar Eropa di Ukraina-Polandia pada tahun lalu.
Piala Konfederasi jadi satu-satunya trofi yang kurang dalam lemari Spanyol. Pada edisi 2009, tim besutan Vicente del Bosque ini secara mengejutkan dikalahkan Amerika Serikat dan menutup turnamen dengan menduduki peringkat ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini waktunya untuk membawa era Spanyol pada sebuah akhir," ucap Carlos Alberto Parreira, pelatih yang membawa Brasil juara dunia pada 1994 dalam wawancaranya dengan Jornal Nacional.
"Ini adalah pertandingan yang diharapkan semua orang, meskipun suporter tidak akan memilih Spanyol sebagai lawan di final. Tapi mereka adalah Spanyol, dan Brasil sedang dalam momen sensasional, mereka percaya diri."
Meskipun sangat tangguh, Spanyol bukannya tak terkalahkan. Italia mempersulit Spanyol dan berhasil memaksakan laga sampai babak adu penalti kendati akhirnya kalah.
"Mereka (Italia) tampil sangat bagus di babak pertama, dan mereka memperlihatkan bahwa dengan kemauan yang besar, determinasi dan intelejensi, Spanyol bisa dikalahkan," kata Parreira. (rin/cas)











































