Ambisi 'Matador' Lakukan 'Maracanazo'

Piala Konfederasi

Ambisi 'Matador' Lakukan 'Maracanazo'

- Sepakbola
Sabtu, 29 Jun 2013 15:50 WIB
Ambisi Matador Lakukan Maracanazo
Getty Images/Robert Cianflone
Rio De Janiero - Tahun 1950 Stadion Maracana pernah jadi "kuburan" untuk sang empunya, Brasil. Kini Spanyol coba mengikuti jejak Uruguay yang pernah memberikan luka untuk Selecao di stadion legendaris itu.

Momen itu datang di final Piala Dunia 1950 saat Brasil menjadi tuan rumah dan berhasil melaju ke final untuk menantang Uruguay. Saat itu 'Tim Samba' diperkuat Ademir, Zizinho dan Chico yang merupakan legenda hidup sepakbola negeri itu.

Tak terkalahkan hingga partai puncak termasuk menghancurkan Spanyol 6-1 di ronde kedua yang digelar di stadion yang sama, Brasil justru harus bertekuk lutut 1-2 dari La Celeste meski sempat unggul lebih dulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mimpi Brasil mendapatkan titel juara dunia pertama mereka harus musnah di tangan rival di Amerika Selatan di depan nyaris 200 ribu pendukungnya. Peristiwa itu pun tenar dengan nama 'Maracanazo' atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan 'Duka untuk Maracana'.

Selang setengah abad lebih, stadion Maracana kembali menggelar partai bersejarah yang disebut-sebut sebagai pertemuan dua tim terbaik dengan sepakbola terbaik, Brasil dan Spanyol, di final Piala Konfederasi 2013, Senin (1/7) dinihari WIB.

Spanyol yang sudah menjadi musuh publik Brasil sejak awal turnamen ini ingin memberi luka yang sama untuk Brasil, yang tengah bernafsu untuk merebut titel keempat mereka dan memberi jawaban kepada fans atas kritik yang tak puas dengan penampilan Selecao selama ini.

Tak hanya itu Spanyol juga berambisi menyamai pencapaian Brasil serta Prancis yang pernah merengkuh titel Piala Dunia, Piala Eropa/Copa America dan juga Piala Konfederasi. Bahkan 'Kenari Kuning' melakukannya dua kali (1994,1995 dan 1996) serta (2002,2004 dan 2005).


(mrp/mrp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads