Momen itu datang di final Piala Dunia 1950 saat Brasil menjadi tuan rumah dan berhasil melaju ke final untuk menantang Uruguay. Saat itu 'Tim Samba' diperkuat Ademir, Zizinho dan Chico yang merupakan legenda hidup sepakbola negeri itu.
Tak terkalahkan hingga partai puncak termasuk menghancurkan Spanyol 6-1 di ronde kedua yang digelar di stadion yang sama, Brasil justru harus bertekuk lutut 1-2 dari La Celeste meski sempat unggul lebih dulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selang setengah abad lebih, stadion Maracana kembali menggelar partai bersejarah yang disebut-sebut sebagai pertemuan dua tim terbaik dengan sepakbola terbaik, Brasil dan Spanyol, di final Piala Konfederasi 2013, Senin (1/7) dinihari WIB.
Spanyol yang sudah menjadi musuh publik Brasil sejak awal turnamen ini ingin memberi luka yang sama untuk Brasil, yang tengah bernafsu untuk merebut titel keempat mereka dan memberi jawaban kepada fans atas kritik yang tak puas dengan penampilan Selecao selama ini.
Tak hanya itu Spanyol juga berambisi menyamai pencapaian Brasil serta Prancis yang pernah merengkuh titel Piala Dunia, Piala Eropa/Copa America dan juga Piala Konfederasi. Bahkan 'Kenari Kuning' melakukannya dua kali (1994,1995 dan 1996) serta (2002,2004 dan 2005).
(mrp/mrp)











































