Gol-gol Terbaik di Piala Konfederasi 2013

Gol-gol Terbaik di Piala Konfederasi 2013

- Sepakbola
Senin, 01 Jul 2013 15:15 WIB
Gol-gol Terbaik di Piala Konfederasi 2013
Getty Images
Jakarta - Menjadi menu pembuka sebelum Piala Dunia 2014, Piala Konfederasi memberikan tontonan memikat. Puncak dari hiburan yang dipertunjukkan jelas adalah gol-golnya, dan berikut beberapa yang dianggap terbaik.

Terlepas dari aksi protes dan demonstrasi yang terus membayangi gelaran Piala Konfederasi tahun ini, di atas lapangan terjadi banyak laga seru dengan aksi-kasi memikat dilakukan oleh para pemain.

Jadi sorotan karena kepindahannya ke Barcelona, Neymar membayar itu semua dengan aksi-aksi dindividunya dan empat gol dari lima pertandingan yang dijalani. Tak cuma bikin gol, aksi Neymar merobek jala gawang lawan-lawan Brasil mayoritas dilakukan dengan berkelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi urusan mencetak gol jelas bukan hanya hak para pemain depan. Jordi Alba membuktikan kalau dia juga bisa menari-nari seperti halnya Andres Iniesta. Sementara meski usianya terus bertambah, akurasi tendangan bebas Andrea Pirlo sama sekali tak berkurang.

Berikut beberapa gol terbaik sepanjang Piala Konfederasi 2013


Neymar (Brasil vs Jepang)

Getty Images
Neymar langsung membuktikan kalau dirinya memang punya sesuatu, bukan sekadar 'oke di YouTube'. Itu ditunjukkan Neymar pada pertandingan pembuka Piala Konfederasi saat Brasil berhadapan dengan Jepang.

Laga baru berjalan tiga menit Neymar langsung mencatatkan namanya di papan skor, dan dia melakukannya dengan bergaya. Mendapat umpan yang dilepaskan rekannya di muka kotak penalti, Neymar melepaskan tendangan keras yang mengarah di sisi dalam jala gawang Jepang.

Bola mengarah ke sana dalam kecepatan tinggi dan dalam posisi berputar, yang membuat kiper tak mampu beraksi cepat menghalaunya. Dari tribun, penonton bersorak kegirangan, pun begitu dengan Luiz Felipe Scolari yang bersorak sorai bersama pemain dan staff Brasil.


Jonathan Tehau (Tahiti vs Nigeria)

Getty Images
Gol Jonathan Tehau sejatinya adalah tipikal gol yang tercipta dari tendangan sudut dan berlanjut dengan tandukan untuk mengarahkan bola ke dalam gawang. Tapi gol tersebut bisa layak dianggap spesial karena jadi satu-satunya yang dibuat Tahiti di Piala Konfederasi (mereka menyudahi turnamen dengan selalu kalah dan punya selisih gol 1-24).

Berdiri di tiang jauh dan berada di sudut yang sempit, Tehau berhasil memenangi duel udada dengan beberapa pemain Nigeria. Bola yang dibelokkan dengan kepala membentur tanah dan tak mampu dihalau seorang bek Nigeria yang berdiri di bawah mistar.

Gol tersebut langsung menggelorakan sekitar 20.000 penonton yang sepanjang pertandingan disuguhi dominasi 'Elang Super'. Menjadi tim paling lemah, dengan populasi negaranya hanya 277.000 orang, Tahiti justru dapat dukungan dari banyak fans.


Jo (Brasil vs Meksiko)

Getty Images
Gol indah terjadi bukan hanya karena momen terciptanya gol itu sendiri, tapi juga dari proses yang mengiringinya. Dan apa yang dilakukan Jo menjadi gambaran yang tepat akan hal tersebut. Gol ini terjadi saat Brasil berhadapan dengan Meksiko, dalam pertandingan yang tuntas dengan skor 2-0.

Meski pencetaknya adalah Jo, kontribusi besar datang dari Neymar. Menusuk dari sisi kiri, pemain anyar Barcelona itu menyelinap di antara dua bek Meksiko untuk bisa menerobos masuk ke dalam kotak penalti. Dia kemudian menghindar dari sergapan pemain Meksiko lainnya yang datang dan dilanjutkan dengan melepas umpan ke arah tiang jauh.

Jo yang dapat umpan tersebut tanpa kesulitan menceploskan bola ke dalam gawang. Terlebih kiper Meksiko sudah mati langkah lantaran terpaku pada pergerakan Neymar.

Jordi Alba (Spanyol vs Nigeria)

Getty Images
Spanyol membuka keunggulan dengan cepat saat berhadapan dengan Nigeria di pertandingan terakhir Grup B. La Furia Roja layak berterimakasih pada Alba, yang bukan saja membuat mereka unggul cepat di menit keempat karena juga melakukannya dengan sangat indah.

Mendapat bola di sisi kiri pertahanan Nigeria, Alba menusuk masuk ke kotak penalti lawan. Di sana dia berulang kali memindahkan bola dari kaki kanan ke kaki kiri, lalu kembali ke kaki kanan untuk memperdaya lima sampai enam pemain lawan. Setelah semua berhasil dilewati tanpa kehilangan bola, wing back Barcelona itu menuntaskannya dengan sontekan mendatar ke tiang dekat.

Alba mencetak gol lagi jelang pertandingan berakhir. Ditambah satu gol lainnya dari Fernando Torres, La Furia Roja menang 3-0 atas Nigeria.

Neymar (Brasil vs Meksiko)

Getty Images
Neymar kembali membuktikan skill hebat yang dia punya saat Brasil bertemu Meksiko di fase grup. Kali ini dia memanfaatkan bola liar hasil crossing Dani Alves yang gagal dibuang dengan sempurna oleh pemain bertahan lawan.

Berdiri tanpa kawalan untuk menyongsong bola lambung, Neymar melepaskan tendangan voli first time dengan kaki kirinya. Bola yang mengarah ke sisi kanan bawah gawang tak sampai digapai kiper.


Andrea Pirlo (Italia vs Meksiko)

Getty Images
Andrea Pirlo mewujudkan mimpinya di Maracana. Tepat pada pertandingannya yang ke-100 dan bermain di Stadion yang dianggap keramat, Pirlo mencetak gol indah melalui kehebatannya mengeksekusi tendangan bebas.

Berdiri beberapa meter di luar kotak penalti, bola yang dia sepak melayang melewati pagar hidup, sedikit berbelok ke arah kiri dan menghujam ke gawang tanpa bisa dihalau kiper. Gol tersebut menjadi gol pembuka kemenangan 2-1 Gli Azzurri.

Selain 100 caps dan gol tendangan bebas yang indah, Pirlo (34 tahun dan 38 hari) kini juga tercatat sebagai pemain tertua kedua yang mencetak gol di Piala Konfederasi setelah Lothar Matthaus (38 tahun dan 129 hari).


Luis Suarez (Italia vs Uruguay)

Getty Images
Di hari yang sama saat Pirlo membuat tendangan bebas indah, Luis Suarez membuktikan kalau dia juga bisa melakukan hal yang sama. Korban tendangan bebas Suarez adalah Spanyol, dalam laga yang berkesudahan 2-1 untuk Tim Matador.

Suarez mengeksekusi tendangan bebas dalam jarak yang nyaris sama dengan Pirlo. Arah dan lengkung bola hasil tendangannya juga terbilang mirip. Si kulit bundar melayang melintasi pagar hidup dan mengarah ke sisi kanan gawang, sementara Iker Casillas yang sudah terbang dan merentangkan tangannya demi menjangkau bola tak bisa berbuat apa-apa.

Β 

Neymar (Brasil vs Spanyol)

Getty Images
Iker Casillas dapat pelajaran berharga bagaimana berhadapan dengan Neymar di La Liga musim depan setelah dinihari tadi gawangnya dijebol oleh penggawa baru Barcelona itu. Gol Neymar tersebut, yang mengubah kedudukan jadi 2-0, menunjukkan akurasi dan power yang dimiliki pesepakbola 21 tahun itu.

Melakukan kerjasama satu-dua dengan Oscar di muka kotak penalti, Neymar melepaskan tendangan bertenaga dengan kaki kirinya. Bola melesat ke arah Casillas, namun kiper Spanyol itu tak mampu menghentikannya.

Halaman 2 dari 9
Neymar langsung membuktikan kalau dirinya memang punya sesuatu, bukan sekadar 'oke di YouTube'. Itu ditunjukkan Neymar pada pertandingan pembuka Piala Konfederasi saat Brasil berhadapan dengan Jepang.

Laga baru berjalan tiga menit Neymar langsung mencatatkan namanya di papan skor, dan dia melakukannya dengan bergaya. Mendapat umpan yang dilepaskan rekannya di muka kotak penalti, Neymar melepaskan tendangan keras yang mengarah di sisi dalam jala gawang Jepang.

Bola mengarah ke sana dalam kecepatan tinggi dan dalam posisi berputar, yang membuat kiper tak mampu beraksi cepat menghalaunya. Dari tribun, penonton bersorak kegirangan, pun begitu dengan Luiz Felipe Scolari yang bersorak sorai bersama pemain dan staff Brasil.


Gol Jonathan Tehau sejatinya adalah tipikal gol yang tercipta dari tendangan sudut dan berlanjut dengan tandukan untuk mengarahkan bola ke dalam gawang. Tapi gol tersebut bisa layak dianggap spesial karena jadi satu-satunya yang dibuat Tahiti di Piala Konfederasi (mereka menyudahi turnamen dengan selalu kalah dan punya selisih gol 1-24).

Berdiri di tiang jauh dan berada di sudut yang sempit, Tehau berhasil memenangi duel udada dengan beberapa pemain Nigeria. Bola yang dibelokkan dengan kepala membentur tanah dan tak mampu dihalau seorang bek Nigeria yang berdiri di bawah mistar.

Gol tersebut langsung menggelorakan sekitar 20.000 penonton yang sepanjang pertandingan disuguhi dominasi 'Elang Super'. Menjadi tim paling lemah, dengan populasi negaranya hanya 277.000 orang, Tahiti justru dapat dukungan dari banyak fans.


Gol indah terjadi bukan hanya karena momen terciptanya gol itu sendiri, tapi juga dari proses yang mengiringinya. Dan apa yang dilakukan Jo menjadi gambaran yang tepat akan hal tersebut. Gol ini terjadi saat Brasil berhadapan dengan Meksiko, dalam pertandingan yang tuntas dengan skor 2-0.

Meski pencetaknya adalah Jo, kontribusi besar datang dari Neymar. Menusuk dari sisi kiri, pemain anyar Barcelona itu menyelinap di antara dua bek Meksiko untuk bisa menerobos masuk ke dalam kotak penalti. Dia kemudian menghindar dari sergapan pemain Meksiko lainnya yang datang dan dilanjutkan dengan melepas umpan ke arah tiang jauh.

Jo yang dapat umpan tersebut tanpa kesulitan menceploskan bola ke dalam gawang. Terlebih kiper Meksiko sudah mati langkah lantaran terpaku pada pergerakan Neymar.

Spanyol membuka keunggulan dengan cepat saat berhadapan dengan Nigeria di pertandingan terakhir Grup B. La Furia Roja layak berterimakasih pada Alba, yang bukan saja membuat mereka unggul cepat di menit keempat karena juga melakukannya dengan sangat indah.

Mendapat bola di sisi kiri pertahanan Nigeria, Alba menusuk masuk ke kotak penalti lawan. Di sana dia berulang kali memindahkan bola dari kaki kanan ke kaki kiri, lalu kembali ke kaki kanan untuk memperdaya lima sampai enam pemain lawan. Setelah semua berhasil dilewati tanpa kehilangan bola, wing back Barcelona itu menuntaskannya dengan sontekan mendatar ke tiang dekat.

Alba mencetak gol lagi jelang pertandingan berakhir. Ditambah satu gol lainnya dari Fernando Torres, La Furia Roja menang 3-0 atas Nigeria.

Neymar kembali membuktikan skill hebat yang dia punya saat Brasil bertemu Meksiko di fase grup. Kali ini dia memanfaatkan bola liar hasil crossing Dani Alves yang gagal dibuang dengan sempurna oleh pemain bertahan lawan.

Berdiri tanpa kawalan untuk menyongsong bola lambung, Neymar melepaskan tendangan voli first time dengan kaki kirinya. Bola yang mengarah ke sisi kanan bawah gawang tak sampai digapai kiper.


Andrea Pirlo mewujudkan mimpinya di Maracana. Tepat pada pertandingannya yang ke-100 dan bermain di Stadion yang dianggap keramat, Pirlo mencetak gol indah melalui kehebatannya mengeksekusi tendangan bebas.

Berdiri beberapa meter di luar kotak penalti, bola yang dia sepak melayang melewati pagar hidup, sedikit berbelok ke arah kiri dan menghujam ke gawang tanpa bisa dihalau kiper. Gol tersebut menjadi gol pembuka kemenangan 2-1 Gli Azzurri.

Selain 100 caps dan gol tendangan bebas yang indah, Pirlo (34 tahun dan 38 hari) kini juga tercatat sebagai pemain tertua kedua yang mencetak gol di Piala Konfederasi setelah Lothar Matthaus (38 tahun dan 129 hari).


Di hari yang sama saat Pirlo membuat tendangan bebas indah, Luis Suarez membuktikan kalau dia juga bisa melakukan hal yang sama. Korban tendangan bebas Suarez adalah Spanyol, dalam laga yang berkesudahan 2-1 untuk Tim Matador.

Suarez mengeksekusi tendangan bebas dalam jarak yang nyaris sama dengan Pirlo. Arah dan lengkung bola hasil tendangannya juga terbilang mirip. Si kulit bundar melayang melintasi pagar hidup dan mengarah ke sisi kanan gawang, sementara Iker Casillas yang sudah terbang dan merentangkan tangannya demi menjangkau bola tak bisa berbuat apa-apa.

Β 

Iker Casillas dapat pelajaran berharga bagaimana berhadapan dengan Neymar di La Liga musim depan setelah dinihari tadi gawangnya dijebol oleh penggawa baru Barcelona itu. Gol Neymar tersebut, yang mengubah kedudukan jadi 2-0, menunjukkan akurasi dan power yang dimiliki pesepakbola 21 tahun itu.

Melakukan kerjasama satu-dua dengan Oscar di muka kotak penalti, Neymar melepaskan tendangan bertenaga dengan kaki kirinya. Bola melesat ke arah Casillas, namun kiper Spanyol itu tak mampu menghentikannya.

(din/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads