Red Star, klub terbesar Serbia yang pernah menjadi juara Eropa di tahun 1991, hanya menang agregat 2-0 atas klub Islandia, IBV, di putaran kedua babak kualifikasi Liga Europa minggu lalu.
Hasil "pas-pasan" itu membuat pelatih Slavisa Stojanovic mencak-mencak, terlebih setelah mengetahui kebiasaan para pemainnya, yang menurutnya buruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalian harus beristirahat dengan cukup, meniru diet atlet-atlet lain. Jika tidak, karier kalian akan tergerus habis."
Keinginan sang pelatih mendapat dukungan dari pihak manajemen. Wakil Presiden Nebojsa Covic mengkritik kebiasaan merokok dan nongkrong sampai malam sebagian pemainnya -- dan juga banyak pemain klub-klub lain.
"Jika Anda atlet profesional, datanglah pada saat latihan, syukur-syukur satu jam sebelum mulai," cetusnya dilansir Reuters, Senin (29/7/2013).
"Dia (Stojanovic) tidak mengincar seseorang, tapi semua untuk tim, bagaimana kami harus berperilaku sepatutnya di masa mendatang. Kami semua profesional dan harus tahu cara berperilaku," aku kiper Boban Bajkovic.
Red Star masih memegang rekor sebagai tim yang paling sering menjuarai liga di negaranya, baik saat masih bernama Yugoslavia, Serbia & Montenegro, maupun kini Serbia (saja). Total mereka telah mengoleksi 25 titel. Hanya saja mereka belum pernah memenanginya lagi sejak 2007.
(a2s/nds)











































