Rickie Lambert jadi fenomena menarik di tim nasional Inggris saat ini. Selain debut golnya yang sangat terlambat di usia 31 tahun, ada beberapa hal unik dari striker Southampton itu.
Kemunculan Lambert di tim nasional Inggris terbilang tiba-tiba dan mengejutkan. Roy Hodgson memasukkan namanya dalam skuat The Three Lions jelang laga persahabatan dengan Skotlandia di medio Agustus lalu.
Namun Lambert, yang kini sudah berusia 31 tahun, ternyata juga memberi penampilan mengejutkan. Di dua pertandingan pertamanya bersama Inggris dia mencetak dua gol, makin membuatnya dapat banyak pujian adalah karena dia juga cakap melepaskan assist.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raja Penalti
|
Getty Images/Michael Regan
|
Selama tampil untuk Southampton, Lambert tak pernah gagal saat mengeksekusi penalti. Sejak bergabung dengan The Saint di tahun 2009 dia tercatat 31 kali mengeksekusi penalti dan dari jumlah tersebut ada 31 gol berhasil dia lesakkan. Faktanya, sepanjang karier sebagai sebagai pesepakbola dia cuma sekali gagal mengeksekusi penalti yakni saat bersama Bristol Rovers di tahun 2009.
Akurasi saat melakukan penalti itu disejajarkan dengan legenda Southhampton Matthew Le Tissier. Selama 16 tahun bersama Sothhampton, Le Tissier hanya gagal sekali dari 49 penalti yang dipercayakan kepadanya.
Manajer Southampton Mauricio Pochettino mengakui kelebihan Lambert itu. "Dia pemain yang tidak biasa. Dia punya banyak kebisaan. Dia bisa menembak dengan tepat dan mental bermainnya sering kali mengejutkan," kata Pochettino.
Gol di Debut Timnas & Premier League
|
Getty Images/Jan Kruger
|
Menjalani debut dalam laga persahabatan menghadapi Skotlandia, Lambert memastikan Inggris menang 3-2 dengan gol yang dia lesakkan di babak kedua. Hebatnya lagi, dia masuk lapangan sebagai pemain pengganti dari merobek gawang lawan hanya sekitar tiga menit kemudian.
Lambert kembali mencetak gol untuk Inggris saat dipercaya main sebagai starter dalam laga dengan Moldova di Kualifikasi Piala Dunia 2014. Dalam laga tersebut dia juga melepaskan assist untuk dua gol Danny Welbeck. Tapi dia gagal melanjutkan rangkaian golnya di pertandingan ketiga, karena dalam laga berikutnya Inggris cuma bermain imbang tanpa gol dengan Ukarina.
Lambert juga masuk daftar istimewa empat pemain yang mencetak gol pada debut bersama timnas Inggris. Tiga pemain lainnya adalah David Nugent, Paul Goddard, dan Francis Jeffers.Β
Lambert seperti punya kebiasaan mencetak gol di laga debut karena saat menjalani pertandingan pertamanya di Premier League (2012/2013), dia juga mencetak gol. Namun golnya tak mampu menghindarkan timnya dari kekalahan karena ketika itu Southampton kalah 2-3 dari Manchester City.
Striker Inggris Terbaik di Premier League
|
Getty Images/Clive Rose
|
Lambert juga lebih unggul dibandingkan Daniel Sturridge dan Dany Welbeck karena selalu menjadi pilihan utama di The Saint. Lambert juga mempunyai rasio minute to goal lebih baik daripada Jermaine Defoe dan Andy Carrol.
Statistik menunjukkan satu tendangan ke arah gawang setiap 40 menit dan satu peluang gol setiap 75 menit. Angka itu menunjukkan Lambert memang seorang target man alami.
Tiga Golden Boots
|
Getty Images
|
Golden Boots kedua didapat Lambert pada musim berikutnya, masih di League One namun dia sudah membela Southampton. Sepanjang musim, dengan total adalah 45 pertandingan dilakoni, pemain depan kelahiran 16 Februari 1982 itu tercatat 30 kali menjebol gawang lawan.
Status top skorer ketiga didapatnya di musim 2011/2012. Kali ini The Saint dia sumbang 27 gol dari 42 pertandingan di Divisi Championship. Atas gol-gol dari Lambert Southampton sukses dapat promosi ke Premier League.
Hari Spesial di 8 Agustus
|
Getty Images
|
"Dia menelpon kami dan membuat terkejut. Dia seperti anak kecil yang mendapatkan gula-gula, sangat gembira dan menyenangkan,β kata ibunda Lambert kepada Daily Star.
"Kami mendapatkan kabar bayinya lahir pukul 04.30, kemudian pukul 13.15 dia menelpon dan mengabarkan baru saja diminta pelatih timnas untuk bergabung," kata dia.
Jadi Buruh
|
Getty Images
|
Namun ada periode lebih sulit yang pernah dilalui Lambert. Momen itu terjadi setelah dia tak punya klub usai dilepas Blackpool pada November 2000. Dia sempat tak punya pekerjaan selama 4-5 bulan.
Nah, karena tak punya penghasilan maka Lambert pun mencari pekerjaan di luar lapangan bola. Dia menerima tawaran menjadi buruh paruh waktu di pabrik. Ketika itu bayarannya hanya 20 poundsterling per hari.
Halaman 2 dari 7











































