'Hairdryer Treatment' ala Evra Bakar Semangat Prancis

'Hairdryer Treatment' ala Evra Bakar Semangat Prancis

Rossi Finza Noor - Sepakbola
Kamis, 12 Sep 2013 11:57 WIB
Hairdryer Treatment ala Evra Bakar Semangat Prancis
AFP/Franck Fife
Paris -

Ada sedikit cerita tersisa dari laga Belarusia vs Prancis Rabu (11/9) lalu. Cerita itu melibatkan 'hairdryer treatment' di ruang ganti yang diteriakkan oleh Patrice Evra.

Sejatinya, 'hairdryer treatment' adalah frase yang beken gara-gara Sir Alex Ferguson. Itu adalah situasi di mana Sir Alex berteriak memberi peringatan (kadang sampai pada level "marah") kepada para pemainnya di ruang ganti. Biasanya situasi ini muncul manakala Manchester United bermain kurang bagus atau tengah tertinggal dari lawan pada babak pertama.

Kendati beberapa pemain seperti David Beckham mengatakan bahwa mereka sangat tidak ingin mendapatkan 'hairdryer treatment' dari Sir Alex, namun mereka juga mengakui bahwa bentakan manajer asal Skotlandia itu cukup memotivasi mereka. Biasanya, mereka bermain lebih baik di babak kedua setelah kena damprat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, situasi serupa terjadi di Gomel, Belarusia, beberapa hari lalu. Namun, yang berteriak marah-marah bukanlah seorang manajer, melainkan seorang pemain. Dialah Patrice Evra --orang yang juga pernah dilatih oleh Sir Alex.

Di akhir babak pertama, Prancis tertinggal 0-1 dan tampil kurang bagus. Di ruang ganti, Evra melakukan 'hairdryer treatment' ala dirinya kepada rekan-rekannya. Alih-alih panas, pemain Les Bleus yang lain malah termotivasi dan akhirnya membalikkan keadaan di babak kedua. Prancis menang 4-2 pada laga tersebut.

"Itu adalah pertandingan yang aneh, terutama di babak pertama. Kami mendapatkan semburan dari Patrice Evra di masa jeda dan itu benar-benar membantu kami semua," ungkap Franck Ribery seperti dilansir Mirror.

"Itu adalah orasi dari pria sejati."

"Dia bilang kepada kami, jika kami ingin tetap berada di posisi kedua, kami harus menunjukkan wajah yang berbeda," lanjut gelandang Bayern Munich itu.

"Beberapa orang memberikan beberapa patah kata yang memberikan kami rasa bangga. Kami pun lebih siap ketika kembali ke lapangan," tambah Olivier Giroud.

"Kami kembali ke lapangan dengan sikap yang lebih baik," kata kiper Hugo Lloris.

Berkat kemenangan itu, Prancis kini berada di posisi kedua Kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup I dengan nilai 14 --sama dengan nilai yang dimiliki Spanyol. Namun, Prancis sudah memainkan satu pertandingan lebih banyak.

Beberapa petinggi Federasi Sepakbola Prancis pun memuji sikap Evra. Uniknya, Evra sendiri tidak bermain pada laga tersebut. Dia tidak ada di starting line-up dan hanya duduk di bench sepanjang laga.

(roz/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads