sepakbola

Generasi Emas Bawa Bosnia ke Piala Dunia

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video Infografis

Generasi Emas Bawa Bosnia ke Piala Dunia


Femi Diah - detikSepakbola

REUTERS/Dado Ruvic
REUTERS/Dado Ruvic
Jakarta -

Gol tunggal Vedad Ibisevic ke gawang Lithuania tadi malam (15/10), dalam laga terakhirnya di fase kualifikasi, mengantarkan Bosnia Herzegovina mencetak sejarah dengan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Bosnia melenggang ke Brasil tahun depan dengan catatan istimewa, sebagai pemuncak Grup G. Tim besutan pelatih Safet Susic itu memenangi persaingan ketatnya dengan Yunani hanya dengan selisih gol, setelah kedua tim sama-sama meraup 25 poin dari 10 pertandingan.

Kesuksesan itu pun disambut publik Bosnia dengan pesta kembang api dan yel-yel. Tak salah jika para pemainnya disebut-sebut sebagai generasi emas. Tiket ke Brasil jadi gong setelah mereka hanya nyaris ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dan Piala Eropa 2012, tapi selalu dihadang oleh Portugal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada generasi emas Bosnia itu memang bercokol pemain-pemain yang merumput ke liga-liga populer. Edin Dzeko yang cemerlang bersama Manchester City menjadi motor timnas. Asmir Begovic juga berpengalaman tampil di Premier Legaue bersama Stoke City.

Ada pula gelandang kelahiran Tuzla, Yugoslavia, Miralem Pjanic yang moncer bersama AS Roma. Bosnia juga memiliki pemain sayap licin Lazio kelahiran Mostar, Yugoslavia, namun besar di Jablanica, Bosnia, Senad Lulic. Juga ada Vedad Ibisevic, penyerang andalan VfB Stuttgart yang sebelumnya bermain untuk Hoffenheim di Bundesliga.

"Saya mengirim salam hormat kepada Brasil. Saya ingin mengabarkan kedigdayaan Bosnia,” ujar Deko dikutip dari Soccernet.

Bosnia memang pantas merayakan suka cita itu. Tiket Piala Dunia tersebut menjadi yang pertama kalinya sejak keikutsertaan negara pecahan Yugoslavia itu di turnamen resmi internasional. Merdeka di tahun 1995, timnas Bosnia baru diakui keanggotannya di FIFA setahun kemudian, tepatnya pada Juli 1996. Dan mereka menandai kiprahnya dengan mengikuti kualifikasi Piala Dunia 1998.

Sejarah Bosnia adalah sejarah pahit, getir dan berdarah-darah. Pertikaian antaretnis terus terjadi bahkan setelah mereka merdeka. Dzeko tak pernah melupakan pengalaman berbagi kamar dengan 12 orang lain di Sarajevo. Itu masih dilengkapi dengan desingan peluru dan ledakan bom di luar gedung.

Penjaga gawang Asmir Begovic mempunyai cerita berbeda. Dia sedikit lebih beruntung sebagai punggawa timnas yang besar di luar Bosnia. Keluarganya menjadi imigran ke Edmonton, Kanada, saat dia berusia 10 tahun.

"Saat kesempatan mewakili Bosnia datang, itu harus ditangkap. Saya masih terlalu muda saat semuanya terjadi," kata Begovic kepada Guardian.

"Orangtua dan kakek nenek memang tinggal di sana dan kehilangan segala-galanya. Sangat menakutkan bagi mereka. Makanya sangat menyenangkan bisa membawa kesenangan lagi (kepada mereka)," kata Begovic.

Sukses itu juga membuat Bosnia melupakan persoalan besar yang membentur federasi saat dipimpin Ivica Osim dua tahun lalu. Sejumlah pejabat teras diganjar hukuman penjara karena korupsi.

Tiket ke Piala Dunia itu sekaligus membuat kian bertambahnya negara-negara pecahan Yugoslavia yang berhasil ke Piala Dunia. Kroasia sudah lebih dulu mencicipi hingar bingar pesta sepakbola paling akbar sejagad itu dengan tampil pada Piala Dunia 1998 di Prancis (lalu 2002, dan 2006).

Serbia & Montenegro juga merasakan putaran final Piala Dunia 1998, dan setelah bercerai dengan Montenegro juga main di Piala Dunia 2006. Berikutnya pecahan Balkan yang lain adalah Slovenia, yang tampil di Piala Dunia 2002 dan 2010.

"Negara ini terbelit masalah politik dan ekonomi, wajar jika terrefleksikan pada sepakbola," kata Susic kepada World Soccer.

"Kualitas adalah kunci tim ini. Kami mempunyai generasi hebat dengan pemain yang sudah bersama-sama dalam waktu yang panjang dan sudah nyetel. Juga dukungan suporter yang selalu mengikuti kemanapun kami tampil," tambahnya.


(fem/a2s)











Hide Ads