Drawing Piala Dunia 2014 mengalami perubahan aturan dibanding yang pernah terjadi sebelumnya dan berpeluang menguntungkan Prancis di fase grup. Michel Platini membantah dirinya terlibat dalam skenario tersebut.
Menjadi tim non-unggulan dari Eropa, Prancis dan delapan negara lainnya ditempatkan dalam Pot 4. Bergabung bersama Les Bleus di Pot tersebut adalah Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Inggris, Yunani, Italia, Belanda, Portugal dan Russia.
Karena Prancis menjadi tim unggulan terendah dari Eropa, skuat besutan Didier Deschamps sedianya dipindahkan ke Pot lain, dalam hal ini Pot 2 (yang diisi oleh negara Afrika dan Amerika Selatan yakni Chile, Ecuador, Aljazair, Kamerun, Ghana, Pantai Gading dan Nigeria). Pemindahan tersebut dimaksudkan agar tidak ada grup yang terdiri dari tiga tim Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun FIFA mengubah aturan tersebut. Alih-alih otomatis memindahkan tim dengan posisi unggulan terbawah (Prancis) ke Pot 2, FIFA justru akan mengundi sembilan tim yang ada di Pot 4. Itu artinya Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Inggris, Yunani, Italia, Belanda, Portugal dan Russia bisa berpindah ke Pot 2. Pengundian awal tersebut akan dilakukan tepat sebelum proses drawing, yang digelar Jumat (6/12/2013) malam WIB.
Kondisi tersebut dianggap menguntungkan Prancis karena mereka kini punya peluang lebih kecil tergabung di grup berat, yang pada akhirnya memperbesar peluang lolos ke 16 besar. Sebaliknya, potensi tergabung di grup berat kini juga dimiliki oleh seluruh tim yang berada di Pot 4. Siapapun yang nantinya masuk Pot 2, maka mereka akan berhadapan dengan sesama tim Eropa, plus salah satu unggulan semisal Argentina, Brasil, Jerman, Spanyol, atau Uruguay.
Dalam pernyataannya beberapa hari lalu, Joseph Blatter menyebut kalau perubahan aturan drawing Piala Dunia tersebut sudah dapat persetujuan dari semua konfederasi, termasuk UEFA yang dipimpin Platini. Platini sendiri menampik jika regulasi itu adalah skenarionya demi memudahkan jalan Prancis.
"Saya katakan kalau saya akan keluar dari pertemuan itu. Lalu mereka bilang 'Tidak, ada satu proposal yang akan diterima oleh semuanya," sahut Platini.
"Saya bukan satu-satunya orang Prancis di FIFA," lanjut Platini, yang juga menjabat sebagai wakil Presiden FIFA itu.
(fem/din)










































