Sejumlah peristiwa menarik terjadi di awal tahun 2013. Di antaranya Mario Balotelli yang berperkara di Manchester City hingga akhirnya hijrah ke AC Milan, juga Lionel Messi yang untuk kali keempat mendapatkan titel Ballon d'Or.
Balotelli mengawali tahun dengan kisah negatif. Ia terlibat cekcok hebat dengan sang manajer Roberto Mancini di sebuah sesi latihan tim. Insiden ini lantas membuat masa depan Balotelli dispekulasikan, kendati Mancini menegaskan posisi sang pemain aman.
Penyerang internasional Italia itu kemudian dikaitkan dengan kepindahan ke Milan, yang di lain sisi tak terlihat antusias mendatangkannya. Melihat kelakuan-kelakuan Balotelli, Presiden Milan Silvio Berlusconi bahkan menyebutnya sebagai apel busuk yang bisa merusak tim.
Balotelli pada akhirnya benar-benar hengkang dari Manchester dan berlabuh di klub baru. Tepat di akhir Januari, Milan mendapatkan 'apel busuknya'.
Sementara itu, Guardiola juga memulai kisahnya sendiri dengan Bayern. Sempat rehat dari dunia sepakbola usai melatih Barcelona, pelatih plontos itu akhirnya memastikan diri akan kembali ke lapangan hijau.
Bayern jadi pemenang perebutan tandatangan Guardiola, yang sebelumnya dikait-kaitkan dengan sejumlah klub besar lain. Ia akan resmi melatih pada bulan Juni, setelah masa kerja Jupp Heynckess di Die Roten selesai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di La Liga, Barca menelan kekalahan pertamanya sepanjang musim dari Real Sociedad, saat takluk 2-3 di Anoeta. Meski demikian hingga akhir bulan pertama ini 'Los Cules' tetap superior, unggul 11 angka dari Atletico Madrid dan 15 poin dari Real Madrid.
Superioritas Barca ini kemudian berkembang jadi isu tak enak untuk pelatih Madrid Jose Mourinho. Masa depannya mulai diragukan.
Beranjak ke Liga Inggris, City masih belum bisa memangkas ketertinggalan dari rival sekota, Manchester United. Sama-sama mengawali tahun dengan kemenangan besar --City 3-0 Stoke City, MU 4-0 Wigan Athletic--, The Citizens tetap berjarak tujuh poin dari 'Setan Merah' hingga akhir bulan.
Sementara di Italia, Juventus melaju kurang mulus di bulan Januari ini. Dari tujuh laga semua ajang yang dijalani 'Si Nyonya Besar', hanya dua yang berakhir dengan kemenangan, sementara tiga lainnya berimbang dan dua sisanya kalah.
Hasil tersebut berdampak tak oke di liga dan Coppa Italia. Keunggulan atas Napoli terpangkas hanya jadi tiga poin dan laju di Coppa Italia terhenti di babak semifinal oleh Lazio.
Dari kancah domestik, kisruh dualisme liga masih jadi topik utama. Sempat terhalang izin penyelenggaraan akibat masalah gaji, Indonesia Super League kemudian mendapatkan izin dari plt Menpora Agung Laksono untuk bergulir. Dengan demikian, ada dua kompetisi yang berjalan, yakni Liga Prima Indonesia yang diakui PSSI dan ISL yang dianggap ilegal.
Pada prosesnya, 15 klub yang bergabung ke ISL mendapatkan skorsing dari PSSI, berikut sejumlah pemain. Skorsing juga berarti klub-klub tersebut dikeluarkan dari keanggotaan.
Kekisruhan ini diperparah dengan kabar duka terkait meninggalnya Miroslav Janu, pelatih asal Republik Ceko akibat serangan jantung. Sebabnya, saat meninggal Janu masih punya piutang gaji dengan Persela Lamongan, klub yang musim sebelumnya dilatihnya, sebesar 700 juta. Persela kemudian menolak bertanggung jawab karena menyebut gaji Janu jadi tanggunggang konsorsium.
Sementara itu, Indonesia dipastikan kembali kedatangan Milan Glorie, tim yang berisi pemain-pemain legendaris AC Milan. Ini kunjungan kedua mereka setelah tahun 2011. Tak hanya Milan Glorie, klub top Liga Inggris Arsenal juga mengonfirmasi akan hadir ke tanah air.
(raw/din)











































