Baik United dan Madrid sebenarnya sedang sibuk-sibuknya di liga masing-masing. United sedang bersaing dengan Manchester City, sementara Madrid bersaing dengan Barcelona. Tapi, pertemuan antara keduanya pada 13 Februari 2013 jadi headline dari babak 16 besar Liga Champions 2012/2013.
Sebelum pertemuan itu terjadi, United sempat memperlebar jarak dengan City di awal Februari. Kemenangan 1-0 atas Fulham, pada 3 Februari, membuat 'Setan Merah' unggul 10 poin atas City.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai kemudian Wayne Rooney membobol gawang Mark Schwarzer sebelas menit menjelang laga usai.
Keunggulan 10 poin itu terus coba dikejar oleh City. Namun, Si Manchester Biru cukup kesulitan untuk menjaga konsistensinya sepanjang Februari. Pada 9 Februari, City kalah 1-3 di tangan Southampton. Kekalahan itu, ditambah kemenangan United atas Everton, membuat jarak kedua tim melebar menjadi 12 poin.
Usai kekalahan dari Southampton itu, manajer City ketika itu, Roberto Mancini, memilih bersikap realistis. Mancio mengatakan bahwa peluang juara timnya tinggal 10%. Posisi Mancini sendiri tidak aman semenjak kekalahan itu. Satu-satunya yang bisa mengamankan posisinya hanyalah sebuah trofi.
Kelak, Mancini berkesempatan untuk membawa City memenangi trofi di akhir musim, ketika mereka lolos ke final Piala FA. Namun, pada akhirnya City kalah di tangan Wigan Athletic dan Mancini tidak bisa menghindar dari pemecatan.
Setelah unggul cukup nyaman di liga, barulah United menghadapi Madrid dan monster yang mereka ciptakan sendiri: Cristiano Ronaldo. Ini adalah pertama kalinya Ronaldo menghadapi tim yang membesarkan namanya itu.
Di hadapan puluhan ribu pasang mata di Bernabeu, United menahan imbang Madrid 1-1. Gol sundulan dari Danny Welbeck dibalas dengan gol sundulan dari Ronaldo. Usai mencetak gol, Ronaldo enggan melakukan perayaan. Begitu laga usai pun dia datang menghampiri Sir Alex Ferguson untuk menjabat tangan dan berpelukan.
Pertemuan keduanya dilakukan pada bulan Maret. Pada laga kedua yang dihelat di Old Trafford itu, United kalah 1-2 dan tersingkir. Ronaldo lagi-lagi membobol gawang mantan klubnya --dan lagi-lagi enggan merayakannya.
Kembali ke liga domestik di Spanyol, Jose Mourinho akhirnya melakoni laga ke-100 di La Liga. Laga itu ditandai dengan kemenangan 2-0 atas Rayo Vallecano. Mourinho pun jadi pelatih keenam Los Blancos yang mencapai 100 laga di La Liga. Sebelumnya. pelatih yang mencatatkan capaian itu adalah Miguel Munoz (424 laga), Vicente del Bosque (153), Leo Beenhakker (139), Luis Molowny (122), dan Mijan Miljanic (103).
Hanya saja, kendati menang, posisi Madrid tidak beranjak dari urutan ketiga klasemen. Sementara Barcelona masih nyaman di pucuk.

Beberapa momen lainnya yang juga terjadi di bulan Februari adalah pengumuman pensiun dari salah satu ikon Liverpool, Jamie Carragher. Carra --demikian dia biasa disapa-- memilih untuk gantung sepatu di akhir musim dan melanjutkan karier sebagai analisis sepakbola di Sky Sports.
Dari Italia, ikon sekaligus pelatih AS Roma, Zdenek Zeman, dipecat. Kesabaran para petinggi I Lupi habis terhadap pelatih yang dikenal suka sepakbola menyerang itu. Tak ada kata maaf lagi setelah Roma kalah 2-4 dari Cagliari.
Gara-gara kekalahan itu, Roma tak beranjak dari posisi kedelapan klasemen sementara Seri A dengan 34 poin dari 23 pertandingan. Roma juga belum sekali pun menang di liga pada tahun 2013 ketika itu.
Ramainya sepakbola Eropa juga berjalan lurus dengan ramainya sepakbola lokal. Menu utamanya masih sama: kemelut.
Senayan tengah menyambut Kongres PSSI yang akan digelar pada bulan Maret 2013. Sebulan sebelum kongres itu dihelat, banyak harapan diutarakan agar PSSI dan KPSI (Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia) mau rujuk. Duel keduanya adalah puncak dari dualisme yang terjadi di sepakbola nasional --baik dualisme kompetisi maupun federasi.
Kongres itu sendiri diawasi langsung oleh Menpora Roy Suryo. "Tapi saya sadar betul ada prosedur yang tidak normal. Dan saya siap bertanggung jawab atas pengambil alihan tanggal ini," jelas Menpora ketika itu.
"Saya bersyukur ada kesepakatan, ada titik temu, dari 'dua PSSI'. Oleh karena itu, saya berharap konsep yang saya siapkan untuk menggabungkan kedua liga menjadi satu timnas untuk SEA Games bisa dengan smooth diterima," ungkap Ketua Satlak Prima, Surya Dharma.
Di luar duel non-pertandingan itu, ada juga aksi dari pesepakbola-pesepakbola Indonesia di lapangan. Pada laga melawan Irak di Dubai, dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia 2015, timnas Indonesia kalah 0-1. Irak sempat kesulitan untuk membobol gawang Indonesia di babak pertama, sampai akhirnya Younis Mahmood membobol gawang yang dikawal Endra Prasetya.
Timnas sendiri tidak bebas konflik. Anda ingat Luis Manuel Blanco? Ya, pria asal Argentina ini sempat ditunjuk jadi pelatih timnas Indonesia, namun mendapatkan protes lantaran penunjukannya sepihak. Pada akhirnya Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin meralat ucapannya yang menyebut Blanco adalah pelatih timnas dan memastikan Nil Maizar tetap sebagai pelatih kepala.
Badan Tim Nasional (BTN) juga tidak ketinggalan bikin konflik. Sempat-sempatnya Menpora berniat untuk membentuk BTN sendiri, yang tentu saja mendapatkan tentangan PSSI. "Kita akan membuat badan timnas nasional, apapun namanya. Badan ini yang akan mengatur pemanggilan timnas dan pemain. Badan itu akan terdiri dari pengurus-pengurus PSSI dan KPSI yang berkompeten menangani timnas," ucap Halim Mahfudz, yang kala itu menjabat Sekjen PSSI.
(roz/din)











































