Mourinho Takut Kembali ke Porto
Senin, 29 Nov 2004 13:10 WIB
Jakarta - Pelatih Chelsea Jose Mourinho tengah menghitung hari kembali ke kota Porto. Namun ia mengaku takut kembali ke kota ini karena pernah menerima ancaman pembunuhan.Mourinho mengungkapkan kalau dirinya menerima teror pertama kali saat kerja-sama yang telah terjalin lebih dari dua tahun dengan Porto memasuki saat akhir. "Ketika itu menjelang final liga champions 2004 di Gelsenkirchen," ucap Mourinho kepada The Sun yang dilansir Senin (29/11/2004). "Seorang pria menelepon sambil bicara begini 'anda pikir anda adalah orang yang terhebat, padahal sebenarnya anda bajingan. Kami takkan melakukan apapun sekarang karena besok anda masih harus menjalani partai final. "Namun begitu final selesai anda harus beranggapan kalau anda sudah meninggal. Karena begitu sampai di Porto nasib anda sudah ditentukan. Anda takkan memiliki kesempatan'," tutur pelatih berkebangsaan Portugal ini mengenang ancaman pembunuhan yang diterimanya bulan Mei lalu ini panjang lebar. Mourinho meyakini ancaman itu diutarakan oleh seseorang dari kelompok gangster di Porto. Oleh karenanya ketika pertandingan usai dengan skor 3-0 untuk skuadnya, Mourinho memilih kembali ke Portugal dengan pengawalan ekstra ketat. Meski telah meninggalkan Porto selama hampir tujuh bulan, Mourinho mengaku trauma dengan ancaman pembunuhan tersebut. Tak heran menjelang lawatan Chelsea ke kota ini tanggal 7 Desember mendatang, ia mendesak petugas memberikan pengamanan ekstra khususnya terhadap dirinya. "Apakah saya butuh pengamanan ekstra? jawabnya ya. Saya juga membutuhkan itu jika kami harus mengunjungi (klub asal Sisilia) Palermo," tukas Mourinho ketika ditanya apakah membutuhkan pengamanan empat atau lima bodyguard nantinya seperti dikutip Reuters. Lebih jauh, lewat pengacaranya Paulo Calcada, Mourinho ingin penggemar yang meludahinya di Stamford Bridge juga dijauhkan dari stadion. Jika menilik hukum Portugal, penggemar Porto ini bisa dilarang berkeliaran tak hanya di seputar stadion namun juga selama Mourinho berada di kota yang terletak di utara Portugal ini. Saat pertemuan pertama Chelsea versus Porto di Stamfrod Bridge bulan September lalu, Mourinho sempat diludahi penggemar Porto yang kecewa melihatnya kini menukangi musuh mereka. Mourinho sendiri sempat menganggap insiden ludah penggemar itu tak pernah terjadi. (mel/)











































