Sejak terakhir tampil sebagai juara Eropa pada 1996, Die Nationalmannschaaft belum lagi bisa menyabet gelar juara. Dalam nyaris dua dekade, Jerman hanya sebatas nyaris juara.
Di Piala Dunia, Jerman prestasi terbaiknya hanya sekali runner-up (2002) dan dua kali meraih posisi ketiga (2006, 2010). Sedangkan di Eropa, mereka sekai menjadi runner-up (2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karenanya tak heran apabila Jerman dijagokan untuk mengakhiri puasa panjang gelar juara, termasuk di Brasil pada musim panas ini.
"Tentu saja mereka punya kans juara," ujar Matthaeus kepada Fifa.com. "Jika tidak sekarang, mau kapan lagi?"
"Kami sudah bermain baik di banyak turnamen akhir-akhir ini dan sudah mencapai semifinal Piala Dunia dua kali, sekali final Piala Eropa dan empat besar di Piala Eropa sekali. Tim selalu nyaris tapi di langkah terakhir selalu gagal."
"Semua kegagalan dalam turnamen-turnamen yang sudah berlalu bisa membuat tim semakin kuat dan semakin padu," lanjut peraih Piala Dunia 1990 itu.
Jerman melewati babak kualifikasi zona Eropa dengan tak terkalahnkan. Diputaran final, Jerman tergabung di Grup G bersama Portugal, Ghana dan Amerika Serikat.
(rin/mrp)











































