Keluarga Desak Aragones Mundur

Keluarga Desak Aragones Mundur

- Sepakbola
Kamis, 02 Des 2004 10:25 WIB
Jakarta - Pelatih timnas Spanyol Luis Aragones didesak oleh keluarga untuk mundur dari jabatannya. Reaksi ini merupakan buntut dari "perseteruan" Aragones dengan media massa Inggris terkait omongannya yang bernada rasis. Dilansir Ticker, Kamis (2/12/2004), Aragones mengungkapkan keluarganya gerah dengan komentar berbau penghinaan yang dilontarkan oleh media massa Inggris. "Saya telah dihina dengan dikatai rasis, padahal selama ini tak pernah ada orang yang berkata demikian kepada saya. Akhir-akhir ini saya telah banyak mengalami penderitaan," ucap Aragones kepada radio Onda Cero. "Saya tak pernah berpikir untuk mengundurkan diri, namun keluarga telah meminta saya untuk melakukan hal tersebut," tambah pelatih yang menukangi Spanyol usai Euro 2004 ini. Aragones menerima kritik pedas setelah mengucapkan komentar bernada rasis terhadap striker Arsenal Thierry Henry dalam sebuah sesi latihan "tim matador" bulan Oktober lalu. Ketika itu, ia mengatakan Henry (yang disebutnya si kulit hitam) tak lebih baik dari Jose Antonio Reyes. Meski mengaku mengatakan itu untuk memotivasi Reyes, media massa Inggris tampak memojokkan sang pelatih. Apalagi, Aragones juga bersikeras kalau komentarnya diucapkan dalam ruang privat dan bukan merupakan konsumsi publik. Kondisi kemudian diperparah dengan terjadinya insiden rasis terhadap dua pemain Inggris dalam laga persahabatan antara Spanyol vs Inggris di Santiago Barnebau."Anda diperbudak oleh kata-kata anda, namun ketika saya mengatakan yang saya katakan ketika itu, saya tengah berada di lingkungan privat. Namun media massa Inggris menghina saya dengan mengatai saya rasis. Saya pikir mereka salah mengatakan Spanyol adalah negara rasis, dan mereka juga salah mengatai saya demikian," ucap Aragones usai pertandingan itu.Yang melegakan Aragones adalah ia mendapatkan dukungan penuh dari presiden Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) Angel Maria Villar, namun demikian ia akan menerima jika diminta untuk mundur. "Saya menyerahkan nasib saya kepada Villar, meskipun dia merupakan orang yang mempekerjakan saya, saya akan terima kalau diminta mundur," tukas mantan pelatih Mallorca ini. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads