Zidane: Spanyol Bukan Negara Rasis

Zidane: Spanyol Bukan Negara Rasis

- Sepakbola
Sabtu, 04 Des 2004 01:21 WIB
Jakarta - Zinedine Zidane mengaku heran atas kasus rasis yang terjadi akhir-akhir ini di Spanyol. Gelandang Real Madrid ini menegaskan bahwa Spanyol bukanlah negara rasis. Spanyol khususnya kota Madrid memang menjadi sorotan persepakbolaan dunia menyusul terjadinya pelecehan rasis kepada pemain berkulit hitam baik di pertandingan domestik dan pertandingan internasional pada bulan lalu. Di stadion Bernabeu, pemain timnas Inggris berkulit hitam mendapat ejekan rasial saat melawan Spanyol dalam pertandingan persahabatan. Kejadian ini terulang kembali saat Real menjuamu Bayer Leverkusen di Liga Champions.Begitu dalam pertandingan lanjutan La Liga saat Barcelona menghadapi Getafe masalah rasial kembali dimunculkan oleh para penonton. Striker Barcelona Samuel Eto'o yang kali ini menjadi korban ejekan rasial. Kejadian ini yang membuat Zidane mengaku heran. "Saya sangat tidak merasa bahwa Spanyol adalah negara rasis," kata playmaker asal Prancis seperti dilansir Yahoo Sports, Jumat (3/12/2004). "Saya pikir mayoritas masyarakat Spanyol sangatlah terbuka dan juga lebih toleran. Jadi sangat bodoh mengatakan bahwa Spanyol adalah negara rasis, " tegas Zidane. Zidane, yang mengakhiri karir initernasionalnya setelah Euro 2004 dan yang sempat bermain di Prancis dan Italia sebelum bergabung di Real Madrid, mengatakan bahwa masalah selalu sama dimana saja. "Saya pikir, dimana pun orang yang dimaksud adalah minoritas yang hanya bertujuan membuat masalah guna mendapat perhatian. Itu kehidupan mereka. Kita harus bersama-sama melawan mereka, tapi sulit menghilangkan mereka." "Di Spanyol, Anda memiliki banyak media, saluran televisi sangat berpengaruh dan ketika masalah itu terjadi mereka akan lebih banyak membicarakannya," lanjut Zidane. (key/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads