Hal ini dilakukan Blatter berkaca pada pembukaan Piala Konfederasi tahun lalu di mana suporter mencemooh presiden Brasil Dilma Rousseff saat memberikan kata-kata pembuka di laga perdana turnamen tersebut.
"Hai kawan-kawanku di Brasil, mana rasa hormat dan fair play kalian?," begitu ucap Blatter menanggapi suara sumbang di stadion saat itu. Blatter kala itu juga jadi sasaran tembak dari suporter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas dasar itulah kemudian Blatter mengumumkan bahwa tak ada pidato pembuka di laga perdana Grup A antara Brasil kontra Kroasia yang digelar di Arena Sao Paulo 12 Juni mendatang.
Pria asal Swiss itu mengharapkan tensi dari warga Brasil akan mereda dan Piala Dunia bakal berjalan dengan baik.
"Kami akan melakukan upacara pembukaan di mana tak akan ada lagi pidato di sana," ujar Blatter kepada RP Online seperti dikutip Soccernet.
"Saya yakin bahwa gelombang protes di Brasil tidak akan sama lagi seperti saat di Piala Konfederasi. Saya yakin situasi akan lebih tenang," sambungnya.
"Brasil punya 200 juta fans sepakbola dan akan menerima dunia dengan tangan terbuka. Bagaimana tim lokal (Brasil) bermain akan berpengaruh tapi saya yakin Piala Dunia akan berjalan dengan baik, setidaknya ketika kita berbicara sepakbola."
"Kami berharap Piala Dunia bisa ambil bagian dalam menenangkan gejolak sosial yang kami rasakan saat Piala Konfederasi lalu," demikian dia.
(mrp/raw)











































