Newell's Dobrak Rutinitas di Argentina

Newell's Dobrak Rutinitas di Argentina

- Sepakbola
Selasa, 14 Des 2004 08:04 WIB
Jakarta - Keberhasilan Newell's Old Boys menjuarai Liga Apertura mendobrak rutinitas Liga Argentina yang hampir selalu didominasi River Plate dan Boca Juniors. Ariel Ortega juga telah kembali.Demikian "hikmah" di balik kesuksesan Newell's meraih titel Apertura 2004 kemarin. Meskipun di pertandingan terakhir kalah 0-2 dari Independiente, namun mereka selamat karena rival terdekatnya, Velez Sarsfield, ditahan Arsenal 1-1 sehingga tetap unggul dua poin.Banyak pengamat setempat mengeluhkan rendahnya nilai yang dicapai tim juara musim ini. Torehan 36 angka dari 19 partai yang dicapai Newell's adalah yang terendah sejak sistem dua kompetisi dalam satu tahunβ€”Apertura dan Clausuraβ€”diperkenalkan pada 1991.Namun sepakbola Argentina perlu menyaksikan tropi itu dibawa ke luar markas River Plate dan Boca Juniors. Dalam lima musim terakhir kedua tim elit itu sama-sama memenanginya dua kali.Terlebih bagi warga kota Rosario yang menjadi basis klub tersebut. Menjelang pertarungan melawan Independiente, ribuan fans Newell's menempuh perjalanan 400 km untuk mendatangi stadion di Avellaneda, kawasan dekat Buenos Aires.Sewaktu mengetahui Velez kalah, mereka langsung turun ke tengah lapangan meskipun pertandingan belum selesai. Ramai-ramai mereka merayakan kesuksesan tim kesayangannya itu yang belum pernah lagi mengecap trofi juara sejak 1992.Dua kunci utama keberhasilan Newell's adalah pelatih Americo Gallego dan bintang kawakan Ariel Ortega. Gallego, gelandang timnas Argentina saat menjuarai Piala Dunia 1978, menularkan pengalaman dan reputasi bagusnya buat klub tersebut. Sebelumnya ia pernah dua kali mempersembahkan mahkota juara buat River Plate dan sekali untuk Independiente.Ia digaet pada pertengahan Februari lalu, setelah Liga Clausura baru berjalan dua pekan. Namun yang paling mengejutkan dari Newell's adalah pembelian Ortega. Bintang berusia 30 tahun itu sempat vakum selama 19 bulan, sejak meninggalkan klub Turki Fenerbache pada Februari 2003. Karena dinilai melanggar kontrak, atas kelakuannya itu Ortega diskors dan didenda 11 juta dolar.Karirnya hidup lagi setelah FIFA memfasilitasi pembebasan Ortega dari Fenerbache setelah Newell's membelinya seharga tiga juta euro. Kehadiran Ortega langsung menumbuhkan antusiasme di kalangan suporter Newell's. Tiket reguler yang berjumlah 30 ribu selalu ludes terjual di Rosario.Meskipun masih jauh dari penampilan terbaiknya, Ortega tetap memberi dampak positif pada permainan Newell's di lapangan. Ia pun berjanji akan menggenjot lagi performanya. "Tahun depan aku akan lebih baik," cetusnya. Demikian Reuters, Selasa (14/12/2004). (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads