Spanyol Mulai Selidiki Aragones

Spanyol Mulai Selidiki Aragones

- Sepakbola
Kamis, 16 Des 2004 10:25 WIB
Jakarta - Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) memulai penyelidikan terhadap pelatih timnas Luis Aragones, menyangkut kasus rasis. Aragones pun siap melakukan pembelaan.Aragones disebut-sebut sebagai orang yang memicu maraknya kasus rasis yang terjadi di Spanyol, khususnya di stadion Santiago Bernabeu. Pasalnya pelatih berusia 66 tahun ini menggunakan sidiran bernada rasis saat melatih timnya.Bulan Oktober lalu Aragones menyebut striker Prancis sebagai "kotoran hitam". Ketika hal ini menjadi isu internasional, Aragones meminta maaf dan berdalih hanya ingin membangkitkan semangat Jose Antonio Reyes yang merupakan rekan Henry di Arsenal.Pasca kasus Aragones, sederet kasus rasis lainnya terjadi di Spanyol khususnya di Bernabeu. Bulan lalu saat pertandingan persahabatan dengan Inggris, suporter tim "Matador" menghina dua pemain kulit hitam Inggris. Hal serupa kembali terjadi saat pertandingan Liga Champions Real Madrid ketika menjamu Bayern Leverkusen.Isu rasis ini membuat Komisi Anti Kekerasan Spanyol mendesak pemerintah untuk melakukan tindakan melawan rasisme.Seiring dengan penyelidikan yang dilakukan, Menteri Olahraga Spanyol, Jaime Lissavetsky menginstruksikan RFEF untuk mengkampanyekan gerakan anti rasis di sepakbola sesegera mungkin."Kami harus memiliki standar tanpa toleransi untuk masalah rasis. Kami tidak menginginkan budaya seperti ini di negara kami," ujar Lissavetsky, seperti dilansir Reuters, Rabu (15/12/2004).Menanggapi langkah RFEF ini, Aragones menyatakan akan melakukan pembelaan. "Saya sudah menanti berita ini, karena presiden (RFEF Angel Maria Villar) sudah memberitahu saya sebelumnya. Namun untuk kasus seperti ini, semua orang berhak untuk membela diri," ujarnya.Jika terbukti bersalah Aragones dipastikan akan kehilangan jabatannya sebagai pelatih, atau setidaknya diwajibkan membayar denda sebesar 22 ribu poundsterling (sekitar Rp 394 juta). (lom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads