Tak ada penyesalan dari pelatih timnas Inggris Roy Hodgson ketika Adnan Januzaj memilih membela timnas Belgia. Bagi Hodgson, Januzaj memang berhak berseragam 'Setan Merah'.
Setelah jadi rebutan beberapa negara seperti Turki, Albania, Kosovo, Serbia, dan Inggris, akhirnya Januzaj menjatuhkan pilihannya ke Belgia, negara yang jadi tempat kelahirannya.
Bagi Belgia ini merupakan sebuah kabar baik mengingat potesi besar dari pemain 19 tahun itu yang tampil cemerlang bersama Manchester United musim ini. Sementara Inggris yang disebut-sebut berpeluang besar untuk merekrutnya harus gigit jari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Hodgson, waktu tersebut terlalu lama untuk Januzaj dan akan menghambat kariernya. Oleh karenanya lebih baik Januzaj memilih Belgia yang juga banyak diperkuat pemain muda yang oke-oke.
"Saya menyesal memang tapi kadang saya melihat hal seperti ini tak harus diperdebatkan," ujar Hodgson seperti dikutip Sky Sports.
"Dia tidak bukan lagi warga negara Inggris dan marilah kita terima itu. Kami bisa mendebatnya, karena menurut aturan FIFA dia sudah bisa bermain untuk Inggris di tahun 2018," lanjutnya.
"Tapi jika ia tidak bisa bermain untuk Inggris hingga 2018, lalu apa masalahnya jika dia bisa bermain untuk negara lain."
"Bagaimana Anda bisa menyesalah di tahun 2014 ini ketika dia memilih untuk bermain di negara yang memang dia bisa perkuat? Dia lahir dan besar di Belgia. Kita tidak boleh kecewa karena itu."
"Akan berbeda ceritanya jika ia memang bisa bermain untuk kami dan kami membuang kesempatan itu lalu dia bermain di Belgia. Maka pertanyaan-pertanyaan itu masuk akal. Tapi tidak relevan ketika ia baru bisa bermain di 2018," demikian Hodgson menjawab kritik media Inggris terkait kegagalan Inggris merekrut Januzaj.
(mrp/nds)











































