Kerja Keras Menanti Brasil dan Dunga

Kerja Keras Menanti Brasil dan Dunga

- Sepakbola
Rabu, 23 Jul 2014 12:00 WIB
Kerja Keras Menanti Brasil dan Dunga
AFP/Vanderlei Almeida
Rio de Janeiro - Dunga tak mau mengumbar janji-janji surga setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih baru tim nasional Brasil. Dia menyadari bahwa dibutuhkan kerja keras untuk mengembalikan kejayaan Selecao.

Dunga diperkenalkan sebagai pelatih baru Brasil pada Selasa (22/7/2014) kemarin. Pria berusia 50 tahun itu menggantikan Luiz Felipe Scolari yang mundur usai Piala Dunia 2014.

Bagi Dunga, ini adalah kali kedua dia dipercaya menangani Brasil. Dia sebelumnya pernah melakukan pekerjaan yang sama pada periode 2006-2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dunga diharapkan bisa membangkitkan Brasil yang telah gagal menjadi juara Piala Dunia di rumah sendiri. Brasil terhenti di semifinal setelah dihajar Jerman 1-7, kemudian dipermalukan Belanda 0-3 pada perebutan tempat ketiga.

"Kenyataannya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Jadi ketika Anda menciptakan ekspektasi tinggi untuk suporter, sepakbola tak bisa diprediksi. Tak ada yang pasti," ujar Dunga di Soccerway.

"Anda harus menang setiap hari, setiap detik, setiap menit, dan setiap waktu sepakbola berkembang di seluruh dunia dan makin banyak orang yang lebih baik dan lebih kompeten. Akan ada banyak pekerjaan," sambungnya.

Brasil, lanjut Dunga, tak boleh lagi merasa sebagai tim terbaik di dunia. Menurutnya, tim-tim lain telah bekerja keras demi mencapai kejayaan.

"Kami tak boleh bertindak seolah-olah kami yang terbaik. Kami pernah jadi yang terbaik, tapi kami harus menjaga kapabilitas yang kami punya ini," ujarnya.

"Kami punya talenta untuk melakukan ini, tapi kami tidak cukup rendah hati untuk mengakui bahwa tim-tim lain telah bekerja sangat keras selama bertahun-tahun untuk sampai ke posisi mereka hari ini. Kami harus bekerja sangat keras untuk bisa kembali ke posisi kami yang dulu, dan untuk punya hak untuk berada di antara yang terbaik di dunia," kata kapten Brasil di Piala Dunia 1994 dan 1998 ini.

(mfi/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads