Enam pemain Shakhtar Donetsk enggan kembali ke Ukraina menyusul konflik yang tengah menyelimuti. Salah satu pemain tersebut, Douglas Costa, mengaku khawatir karena nyawa mereka terancam.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, enam pemain Shakhtar yakni Costa, Fred, Dentinho, Alex Teixiera, Ismaily, dan Facundo Ferreyra, menolak pulang ke Ukraina setelah melakoni laga uji coba kontra Lyon di Prancis, Senin (21/7/2014) lalu.
Penolakan ini terkait konflik yang terjadi di kota Donetsk. Kota dengan luas 358 km persegi itu saat ini tengah dikuasai pemberontak pro-Rusia, sementara di lain sisi pemerintah Ukraina berupaya merebutnya kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini membuat keenam pemain Shakhtar tersebut merasa terancam. Apalagi umumnya klub melakukan perjalanan untuk bertandang ke markas tim lain dengan menggunakan pesawat terbang.
"Semua pemain mendapatkan resiko mematikan jika kami berada di wilayah tersebut," ungkap Costa di akun Instagram-nya, sembari mengunggah foto logo klub.
"Saya menyukai klub ini, orang-orangnya, kotanya, tapi saya takut.Kami ingin bertahan di klub, tapi kami harus mendapatkan jaminan bekerja dalam kondisi bebas risiko," tambah pemain asal Brasil itu sebagaimana dilansir Guardian.
Pihak klub lewat Presiden Rinat Akhmetov sebenarnya telah menjamin keamanan para pemainnya. Dia juga menegaskan akan mematuhi usulan Federasi Sepakbola Ukraina, yang meminta klub untuk sementara bermarkas di kota lain. Kharkiv akan menjadi markas sementara Shakhtar selama konflik belum mereda.
Sementara pelatih Mircea Lucescu menganggap insiden ini terlalu dibesar-besarkan. Dia menuding agen para pemain tersebut memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan.
(raw/mfi)










































