Setelah 133 caps dan 13 gol, Xavi pun merasa waktunya bersama La Furia Roja sudah habis dan ia pun mengundurkan diri setelah kurang lebih 14 tahun berseragam timnas Spanyol.
Debutnya adalah saat melawan Belanda di tahun 2000 dan juga diakhiri dengan laga melawan Belanda di Piala Dunia 2014 lalu yang berakhir kekalahan telak 1-5 untuk Spanyol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Xavi pun dilabeli sebagai jenderal-nya 'Tim Matador' di era keemasan tim itu yang menguasai jagad sepakbola sejak 2008 dengan dua trofi Piala Eropa serta satu gelar Piala Dunia.
Tak pelak pensiunnya Xavi ini jadi kabar buruk untuk persepakbolaan Spanyol yang kehilangan gelandang terbaiknya. Hal ini pun diakui betul oleh Del Bosque yang mengaku akan sulit mencari pengganti pemain Barcelona itu.
"Saya ingin menunjukkan apresiasi saya kepada pemain fantastis sepertinya. Tim nasional kehilangan pemain yang unik dan sulit mencari penggantinya," ujar Del Bosque seperti dilansir SeFutbol.
"Dia sudah menjadi pemain kunci untuk permainan timnas Spanyol dan seluruh kesuksesan yang telah diraih. Kami kehilangan sosoknya baik di dalam maupun luar lapangan," sambungnya.
"Kami semua setuju bahwa Xavi sangat penting untuk kami melebihi pelatih. Dia sudah dan akan selalu menjadi pemain serta pribadi yang dihargai oleh federasi, staff pelatih, dan juga saya," tuntas Del Bosque.
(mrp/rin)











































