Dengan tiki-taka, Spanyol mengejutkan dunia beberapa tahun silam dan akhirnya memuncaki dunia. Lalu, hanya karena gagal di Piala Dunia 2014, La Furia Roja dinilai tak perlu mengubah gaya main.
Setelah menjuarai Piala Dunia 2010 dan memenangi Piala Eropa 2012, Spanyol datang ke Piala Dunia 2014 sebagai salah satu unggulan. Namun, mereka luluh lantak pada turnamen yang dihelat di Brasil tersebut.
Setelah dihantam 1-5 oleh Belanda pada pertandingan pertama Grup B, Spanyol dikalahkan Chile 0-2 pada pertandingan kedua. Kemenangan 3-0 atas Australia pada laga terakhir pun hanya jadi hiburan semata. Spanyol si juara bertahan sudah harus tersingkir di fase grup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, gelandang Spanyol, David Silva, tidak sepaham dengan hal tersebut. Menurutnya, Spanyol masih bisa kembali digdaya dengan gaya main yang sama.
"Dengan gaya main seperti itu, kami menjuarai dua Piala Eropa dan satu Piala Dunia. Saya tidak melihat mengapa kami harus mengubah gaya main kami," ujar Silva seperti dilansir AS.
"Kami punya pemain-pemain seperti Cesc (Fabregas), (Andres) Iniesta, (Santi) Cazorla dan pemain-pemain lain yang tahu apa yang berhasil diraih Spanyol dengan formula itu."
"Para pemain-pemain yang baru pun akan mulai beradaptasi dan memperbaiki permainan kami dalam hal possession dan passing. Banyak pemain baru masuk ke dalam skuat dan kami semua harus beradaptasi," kata Silva.
Spanyol akan menghadapi Macedonia pada laga perdana kualifikasi Piala Eropa 2016, Senin (8/9), di Valencia. Di atas kertas, seharusnya Spanyol tidak sulit untuk meraup poin penuh.
(roz/roz)











































