Hasil Lawan Swiss Tak Jadi Perhatian Utama Inggris

Jelang Swiss vs Inggris

Hasil Lawan Swiss Tak Jadi Perhatian Utama Inggris

- Sepakbola
Senin, 08 Sep 2014 12:40 WIB
Hasil Lawan Swiss Tak Jadi Perhatian Utama Inggris
AFP/FABRICE COFFRINI
Basel - Inggris ditunggu Swiss di laga perdana kualifikasi Piala Eropa 2016. Kendati terbilang penting, hasil di pertandingan ini disebut manajer tim 'Tiga Singa' Roy Hodgson bukanlah yang utama.

Inggris membuka perjalanan menuju Piala Eropa 2016 di Prancis dengan menghadapi Swiss, Selasa (9/9/2014) dinihari WIB nanti di St. Jakob Park.

Meski proses kualifikasi bakal berjalan panjang di mana Inggris akan melakoni 10 laga sampai November tahun depan, laga pertama tentu tak lantas bisa disepelekan. Start bagus niscaya merupakan incaran yang ideal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walau demikian, Inggris tampaknya tak mau terlalu terfokus pada hasil di pertandingan dinihari nanti. Hodgson menegaskan bahwa saat ini aspek yang tak kalah penting adalah melanjutkan pengembangan tim.

Seperti diketahui, Hodgson sejak memimpin Inggris pada 2012 silam berupaya meremajakan tim dan memberikan gaya bermain yang lebih variatif. Sejumlah pemain muda dipromosikan seperti Raheem Sterling, John Stones, Calum Chambers, Luke Shaw, dan Jon Flanagan. Inggris yang sebelumnya kental dengan pola 4-4-2 dengan permainan sayap pun dicoba memainkan sejumlah pola lain, seperti 4-2-3-1, 4-3-3, atau 4-4-2 berlian dengan mengandalkan umpan-umpan pendek.

Proses ini yang bertekad dilanjutkan oleh Hodgson, walaupun sempat mendapatkan hasil pahit di Piala Dunia 2014. Oleh karena itu, eks manajer Fulham, Liverpool, dan West Bromwich Albion ini tak akan terlalu memusingkan hasil kontra Swiss. Tujuannya adalah tampil semakin baik di tiap laga sampai di Piala Eropa 2016 mendatang.

"Memenangi pertandingan ini tidak menjadikan kami sebuah tim hebat di 2016. Begitu juga dengan kekalahan yang tidak membuat kami sebuah tim buruk di 2016," ujar Hodgson kepada Guardian.

"Kami tengah melanjutkan proses yang dimulai dua tahun lalu, meski ada pukulan telak di Piala Dunia, dan kami harus memastikan setelah dua tahun ini kami jadi tim yang sangat-sangat kuat," tambahnya.

(raw/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads