Luka Modric bukanlah tipikal gelandang yang haus gol. Tapi ia sudah didapuk sebagai pemain yang istimewa, seperti istimewanya gol yang ia cetak tadi malam.
Menjadi kapten timnas negaranya, Kroasia, dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2016 melawan Malta, Modric adalah pemain pertama yang mengubah angka di papan skor. Di awal-awal babak kedua ia melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, dan bola meluncur ke gawang tim lawannya.
Kroasia di akhir pertandingan menang 2-0. Satu gol lain dibuat oleh Andrej Kramaric di menit 81.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang istimewanya adalah, Modric mengukir golnya itu tepat di hari jadinya yang ke-29. Ia kelahiran 9 September 1985, di kota Zadar, Kroasia.
Modric sudah menjadi andalan timnas negaranya sejak 2006. Sejauh ini ia sudah mengantongi 80 caps, namun "cuma" mendulang 9 gol. Sebelum tadi malam, kali terakhir ia mencetak gol di level internasional adalah pada 6 September 2011, di kualifikasi Euro 2012.
Meski demikian, Modric adalah sebuah nyawa permainan di setiap tim yang ia perkuat, termasuk klub yang sudah dua tahun terakhir ini ia bela: Real Madrid.
Datang ke Santiago Bernabeu di musim panas 2012 --dibeli dari Tottenham Hotspur, pria setinggi 174 cm itu berhasil menjadi pemain reguler. Meski awalnya diprediksi bakal menemui persaingan ketat dengan gelandang-gelandang top lain di Madrid, namun ia berhasil lulus. Ia selalu dipakai mulai oleh Jose Mourinho sampai Carlo Ancelotti.
Bulan lalu Madrid bahkan memberinya kontrak baru dengan durasi empat tahun. Hingga kini Modric sudah bermain 119 kali untuk Madrid di semua kompetisi, yang menjadikannya sebagai pemain Kroasia yang paling sering membela Los Blancos, melewati rekor sebelumnya yang dipegang Davor Suker (1996-1999). (a2s/krs)











































