Tavecchio sebenarnya baru terpilih sebagai Presiden FIGC pada bulan Agustus lalu. Pria berusia 71 tahun itu mengalahkan mantan gelandang AC Milan dan timnas Italia yang jadi kandidat lainnya, Demitrio Albertini.
Sejak awal, terpilihnya Tavecchio memang jadi kontroversi. Komentarnya soal pemain-pemain asing di Liga Italia, yang dia lontarkan menjelang pemilihan Presiden FIGC, membuat banyak pihak mengecamnya. Dalam sebuah kesempatan, dia menyebut pesepakbola berkulit hitam sebagai 'pemakan pisang'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tavecchio telah meminta maaf atas ucapannya di atas dan lolos dari hukuman FIGC. Tapi, dia tak lolos dari hukuman UEFA. UEFA menjatuhkan skorsing selama enam bulan untuk mantan Presiden Asosiasi Liga Amatir Italia itu.
Sebagai konsekuensi atas skorsing tersebut, Tavecchio dilarang menduduki jabatan apapun di UEFA selama periode hukuman. Dia juga tak diizinkan untuk mengikuti Kongres UEFA pada 24 Maret 2015. Selain itu, dia juga diminta UEFA untuk membuat event di Italia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dalam memerangi diskriminasi rasial.
"Anda tidak mengomentari keputusan, Anda mengikuti dan menghormatinya," kata Tavecchio soal hukuman yang didapatnya.
"Tapi, perubahan ini tak memengaruhi posisi saya di FIGC," ujarnya.
(mfi/roz)











































