Begitu peluit panjang dibunyikan, seluruh pemain timnas Slovakia merayakan kemenangan atas Spanyol seperti baru saja memenangi sebuah turnamen. Wajar, karena bagi Slovakia kemenangan atas Spanyol begitu berharga.
Kemenangan 2-1 yang diraih di Stadion Pod Dubnom, Zilina, Jumat (10/10/2014) dinihari WIB, tersebut tidak hanya berarti raihan tiga angka, tetapi juga berarti Slovakia telah meruntuhkan catatan bagus Spanyol di babak kualifikasi. Ya, La Furia Roja punya rekor sangat baik di kualifikasi turnamen mayor karena mereka tak terkalahkan di 36 laga terakhir.
Kemenangan itu juga membuat Slovakia memimpin klasemen Grup C dengan koleksi nilai 6, unggul tiga poin atas Spanyol yang untuk saat ini harus puas berada di urutan kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemenangan ini begitu berharga, Spanyol belum pernah kalah dalam delapan tahun terakhir. Para pemain kami tampil dengan gagah berani."
"Orang-orang mungkin akan bilang bahwa Spanyol menganggap enteng kami, tapi itu tidak benar. Kami memaksa Spanyol mengeluarkan kemampuan terbaik mereka."
"Beberapa pemain kami bahkan mengalami kram, tapi mereka berjuang melawan rasa sakit dan membuat seluruh negara bangga," kata Kozak.
Spanyol sebenarnya tampil sangat dominan dengan penguasaan bola 65 persen. Mereka juga menciptakan 12 usaha mencetak gol dan delapan di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Slovakia cuma punya enam tembakan dan empat di antaranya tepat sasaran.
Slovakia unggul lebih dulu lewat gol Juraj Kucka di menit ke-21, sebelum Paco Alcacer menyamakan kedudukan buat Spanyol di menit ke-82. Kemenangan Slovakia kemudian ditentukan lewat sundulan Miroslav Stoch pada menit ke-87.
(roz/mfi)











































