Italia sejauh ini melaju sempurna di bawah Conte, yang baru ditunjuk sebagai pelatih medio Agustus lalu. Dari empat pertandingan, semuanya berhasil dimenangi termasuk tiga di antaranya laga Kualifikasi Piala Eropa 2016. Satu laga lainnya adalah saat menundukkan Belanda 2-0 di ajang persahabatan.
Dari tiga kemenangan di Grup H tersebut, Italia kini mengoleksi nilai sembilan dan menempati urutan kedua, hanya kalah selisih gol dari Kroasia. Jika Gli Azzurri punya catatan lima gol dan kebobolan satu kali, Kroasia sudah membuat sembilan gol dan belum sekalipun kemasukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Italia tercatat hanya mampu menang tipis, masing-masing 2-1 atas Azerbaijan dan 1-0 atas Malta. Di sisi lain, Kroasia mampu mencetak total delapan gol, rinciannya dua ke gawang Malta dan enam ke gawang Azerbaijan.
Sorotan pun lantas mengarah ke skuat La Nazionale, dinilai masih kurang meyakinkan. Hal ini ditanggapi Conte dengan santai, kendati tetap menyadari timnya masih butuh polesan.
"Kami telah menang empat kali dari empat pertandingan, sudah memberikan sebuah jejak untuk permainan kami, Buffon tidak melakukan banyak aksi untuk melakukan penyelamatan, dan gol ke gawang kami disebabkan oleh kami sendiri," kata Conte kepada ANSA.
"Kami telah menyalakan kembali api harapan dari para penggemar tim nasional. Kenapa harus mematikan api kecil tersebut dengan memperhatikan sisi yang pesimistis dan mengesampingkan sisi yang optimistis," lanjutnya.
"Saya sih tenang, saya tidak bisa mengikuti perubahan atmosfer dan mood yang menyelimuti Italia. Saya tahu bahwa kami masih punya banyak pekerjaan, tapi saya jelas harus melakukan analisis yang lebih mendalam sebagai seorang pelatih timnas ketimbang hanya memperhatikan jumlah gol yang dicetak," demikian pelatih 45 tahun ini seperti dilansir Football Italia.
Sebagai catatan, satu-satunya gol yang bersarang ke gawang timnas Italia merupakan gol bunuh diri Giorgio Chiellini.
(raw/fem)











































